RADAR BOGOR - Lembaga Kajian Strategis Bogor (LEKAS) mencatat bahwa kasus HIV/AIDS di Kabupaten Bogor mencapai 814 kasus di tahun 2024.
Angka itu menjadikan Kabupaten Bogor sebagai peringkat kedua tertinggi di Jawa Barat setelah Kota Bandung.
Untuk itu, LEKAS bersama AIDS Healthcare Foundation (AHF) Indonesia, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dan Forum Wartawan Bogor Selatan (FWBS) mengadakan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gratis di Rest Area Gunung Mas Puncak, Cisarua pada Rabu (7/5/2025).
Ketua Yayasan LEKAS Kabupaten Bogor sekaligus Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Bogor, Muksin Zaenal Abidin menuturkan, kasus HIV/AIDS kini wajib menjadi perhatian serius semua pihak terutama di Kabupaten Bogor.
"Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Bogor saat ini menduduki peringkat kedua tertinggi di Jawa Barat. Hampir semua kecamatan sudah ada temuan kasus positif HIV/AIDS, dan mencakup hampir semua usia dan kalangan," ujarnya dalam kegiatan tersebut.
Menurut Muksin, penanganan HIV/AIDS harus dilakukan secara komprehensif dan melibatkan berbagai unsur, baik dari pemerintah maupun masyarakat.
Pasalnya, setiap tahun jumlah kasus penyakit menular tersebut terus meningkat. Bahkan kini telah menyasar ibu hamil, balita, serta usia produktif.
"Data tahun 2024-2025 menunjukkan penyebarannya telah menjangkau usia di bawah 25 tahun," bebernya.
Berdasarkan data terakhir di tahun 2024, terdapat 814 kasus HIV/AIDS di Kabupaten Bogor.
Jumlah itu meningkat dari 700 kasus pada tahun 2023. Sementara data tahun 2025 masih dalam proses pembaruan.
"Dari tahun ke tahun, angka positif selalu meningkat. Bahkan kami menemukan kasus ibu hamil positif HIV dan juga pada ODGJ," tambah Muksin.
Di tempat yang sama, Ketua FWBS, Acep Mulyana menjelaskan bahwa aksi kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya HIV/AIDS, sekaligus mendekatkan layanan kesehatan.
"LEKAS sudah konsisten sejak 2015 dalam penanganan HIV/AIDS. Fakta bahwa Kabupaten Bogor jadi peringkat kedua di Jawa Barat sangat miris.
Maka dari itu, kami dari FWBS mendukung penuh kegiatan seperti ini, mulai dari sosialisasi, penyuluhan, hingga pemeriksaan gratis," tandas Acep.(cok)
Editor : Alpin.