RADAR BOGOR – PT Sukaharja Quail Indonesia (Sukaquail) mengadakan gathering kandang peternakan puyuh terbarunya di Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.
Acara Gathering Puyuh Si Mungil yang Menguntungkan itu, dihadiri sekitar 100 tamu undangan dari berbagai kalangan, termasuk investor, pejabat pemerintah, pelaku industri pangan, dan mitra strategis.
Acara ini menjadi momentum penting dalam kontribusi nyata Sukaquail terhadap penyediaan sumber protein Made in Indonesia hampir 100% untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak dan Ibu hamil dalam rangka upaya penguatan ketahanan pangan nasional.
Hadir dalam acara tersebut Rahmat Pambudi, Menteri Bappenas Republik Indonesia, yang memberikan apresiasi atas inisiatif yang selaras dengan agenda prioritas nasional.
Acara dibuka dengan sambutan oleh Komisaris Perusahaan, Prof. Erliza Hambali, yang menegaskan pentingnya inovasi dan sinergi antar sektor dalam menciptakan ekosistem pangan yang inklusif dan berkelanjutan.
Dilanjutkan dengan pemaparan dari Direktur Utama Sukaquail, Slamet Wuryadi, yang menjelaskan visi besar perusahaan dalam menghadirkan sumber protein hewani yang terjangkau dan berkualitas tinggi bagi masyarakat Indonesia.
Serta menciptakan lapangan kerja untuk anak-anak muda di pedesaan dengan penghasilan setara bekerja di perkotaan.
Sebagai bagian dari inovasi dan perluasan akses pangan bagi semua masyarakat Indonesia, Sukaquail berencana mengembangkan model bisnis Inti Plasma sebagai bentuk kolaborasi peternak kecil dan perusahaan.
Kolaborasi itu dalam rangka memperkuat rantai pasok, peningkatan efisiensi produksi serta pemberdayaan masyarakat dan sekaligus penyediaan sumber protein murah, berkualitas dan tersedia sepanjang tahun.
Dalam gathering ini, Sukaquail juga memperkenalkan menu dari berbagai produk berbahan telur dan daging puyuh serta Angkringan Keliling—konsep warung gerobak modern berbasis listrik hasil kerja sama dengan Gelis (Gerobak Listrik).
Inisiatif ini merupakan angkringan keliling pertama di Indonesia yang tidak hanya menyajikan olahan produk puyuh berkualitas, enak dengan harga terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
Selain itu untuk meningkatkan efisiensi dalam distribusi telur dan daging puyuh, Sukaquail juga akan menerapkan pengiriman menggunakan motor listrik sebagai moda distribusi di daerah perkotaan maupun di pedesaan.
Dalam sambutannya, Prof. Erliza Hambali menyampaikan bahwa ketersediaan sumber protein hewani seperti telur dan daging puyuh memiliki peran penting dalam meningkatkan gizi anak-anak Indonesia, terutama dalam program makan gratis di sekolah.
Sementara itu, Menteri Rahmat Pambudi menekankan pentingnya model-model kewirausahaan sosial seperti yang dijalankan Sukaquail dalam mendukung transformasi sistem pangan nasional.
Gathering ini menjadi langkah awal dari komitmen jangka panjang Sukaquail untuk terus memperluas jaringan produksi dan distribusi, sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam rantai pasok pangan nasional. (***)
Editor : Alpin.