RADAR BOGOR - Pemerintah Kabupaten Bogor tengah melakukan kajian penataan ulang kawasan Puncak sebagai upaya pencegahan bencana.
Pasca banjir bandang yang terjadi di Kampung Pensiunan, Desa Tugu Selatan, Cisarua pada 2 Maret 2025 lalu, bencana alam masih acap kali terjadi kawasan Puncak.
Seperti pada Rabu (14/5/2025) kemarin, bencana banjir hingga longsor terjadi di Kampung Anyar, Desa Citeko, Cisarua.
Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi mengatakan atas atas arahan pemerintah pusat dan Pemprov Jawa Barat, Pemkab Bogor tengah melakukan kajian penataan ulang kawasan Puncak.
"Untuk mencegah terulangnya banjir dan longsor di kawasan Puncak, Pemerintah Kabupaten Bogor saat ini sedang melakukan penataan ruang sesuai arahan dari pemerintah pusat," ujar Ade Ruhandi saat meninjau lokasi bencana di Kampung Anyar, Kamis (15/5/2025).
Pria yang disapa Jaro Ade itu juga menyebut bahwa penataan ulang ini merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana di kawasan Puncak.
Penataan dimulai dari normalisasi sungai, pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) hingga penertiban bangunan yang melanggar aturan.
"Seluruh dinas terkait telah mendapatkan instruksi langsung dari Bupati Bogor untuk menjalankan langkah-langkah mitigasi secara terpadu," jelas Jaro Ade.
Selain itu, ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan antara lain dengan aktif melakukan penanaman pohon dan menjaga kebersihan aliran sungai agar bencana serupa tidak terulang kembali.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani menutukan bahwa bencana banjir hingga longsor terjadi di Kampung Anyar, Desa Citeko, Cisarua pada Rabu (14/5/2025).
"Dikarenakan hujan dengan intensitas tinggi yang berdurasi cukup lama serta adanya penyumbatan aliran drainase sehingga air meluap dan mengakibatkan beberapa rumah terdampak serta tembok pembatas runtuh," ungkapnya.
Selain banjir, tanah longsor juga terjadi akibat kontur tanah yang labil hingga menyebabkan tebingan sepanjang 8 meter dan tinggi 13 meter longsor.
Dari kejadian itu, pihaknya mencatat sebanyak 24 unit rumah terdampak dan 1 unit rumah terancam. Sebagian besar terendam banjir meski tidak mengalami kerusakan berarti. Kemudian dua keluarga harus mengungsi akibat peristiwa tersebut.
"Banjir sudah surut dan bangunan TPT yang longsor sudah dievakuasi oleh warga setempat," tandas Adam.(cok)
Editor : Eka Rahmawati