RADAR BOGOR - Kabar duka kembali menyelimuti penyelenggaraan haji. Salah seorang jemaah haji asal Kabupaten Bogor dikabakarkan wafat pada Senin (20/5/2025).
Alamarhum bernama, M Khoerul Huda. Ia berangkat ke tanah suci berbarengan dengan sang istri. Dia termasuk salah seorang dari 435 jemaah haji yang diberangkatkan pada kloter pertama.
Usut punya usut, jemaah haji asal Bogor itu juga rupanya bertugas sebagai imam besar di area tempat tinggalnya, yang beralamat di Perumahan Pandan Palay Salabenda, Kabupaten Bogor.
Semasa hidup, Khoerul Huda dikenal sebagai orang yang ramah. Bahkan sikap ini bukan hanya berlaku untuk sesama muslim, tetapi juga ditunjukan untuk tetangganya yang berbeda agama.
“Beliau penceramah yang baik dan ramah. Bahkan tetangga didepan rumahnya itukan kristen. Semalem ketemu dia bilang kalau almarhum orang yang murah senyum,” kata Gun Gun Gunawan, sahabat yang juga tinggal satu komplek dengan almarhum.
Gun Gun mengaku kenal dekat dengan almarhum. Selain sebagai sahabat, istri Khoerul Huda juga satu pekerjaan dengan dirinya. Sama-sama sebagai tenaga pendidik di SDIT Ummul Quro Bogor.
Sebelum berangkat, Gun Gun menyebut ada sejumlah pesan yang dititipkan oleh almarhum kepada dirinya. Pertama tidak boleh luput untuk mendirikan salat.
“Kemudian dia sempet menitipkan 4 orang anaknya kepada saya. Karena beliau sebagai imam kami jadi saya ga berprasangka kemana mana, saya jawab siap-siap aja,” terang Gun Gun.
Gun Gun menceritakan bahwa sosok almarhum sempat mengalami sakit keras. Bahkan sampai dilarikan ke salah satu rumah sakit di Kota Bogor.
Hal itulah yang membuat istrinya disebut Gun Gun ragu untuk menunaikan ibadah haji tahun ini. Tapi rupanya pada saat di cek kesehatan, semua dalam keadaan normal.
“Akhirnya mereka berangkatkah berdua. Karena tidak mau merepotkan keluarga, anak-anaknya dititipkan ke pembantu rumah tangga di rumahnya,” ujar Gun Gun.
Soal lain yang membuat mereka akhirnya berangkat haji pada tahun ini adalah pesan dari Khorul Huda kepada sang istri. Gun Gun mengaku cerita ini dia dapatkan dari curhatan teman se profesinya itu.
Gun Gun menerangkan, Khoerudl Huda memaksa sang istri untuk tetap berangkat. Sebab kalau tidak tahun ini, boleh jadi teman se profesinya itu hanya berangkat dengan anak pertamanya saja.
“Tapi kalau tahun ini umi juga harus siap-siap kalau ternyata umi pulangnya nanti tidak berdua tapi sendiri, begitulah mungkin yang diceritakan istrinya kepada saya,” terang Gun Gun.
Kepergian Khoerul Huda meninggalkan luka mendalam bagi Gun Gun. Dia berharap almarhum wafat dalam keadaan iman yang kuat kepada Allah Swt.
“Almarhum dimakamkan di Madinah, kalay tidak salah di Pemakaman Baqi. Cuma wafatnya di Rumah Sakit King Salman, semoga khusnul khotimah,” pungkasnya. (rp1)
Editor : Yosep Awaludin