RADAR BOGOR - Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara mendorong Pemerintah Kabupaten Bogor menyediakan tempat rehabilitas bagi wanita tuna susila.
Sastra Winara mengatakan, meski Pemkab Bogor melalui Satpol PP rutin melakukan razia pekat Wanita Tuna Susila, namun harus juga dibarengi dengan kesiapan fasilitas yang ada.
Terlebih, kata dia, penyiapan fasilitas rehabilitasi bagi wanita tuna susila itu agar mereka tidak mengulangi perbuatan yang meresahkan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Farid Ma'ruf mengakui bahwa, ketika petugas mengamankan wanita tuna susila pihaknya langsung mengirimkan ke rehabilitasi yang ada di Sukabumi.
"Disini sudah ga ada karena sudah gabisa ditampung disini, kemarin itu yang dikirim ke Dinsos itu yang masuk kategori gelandangan, kalo yang PSK itu langsung kita kirim ke Sukabumi," ungkap Farid.
Sehingga, kata dia, pihaknya berencana akan membangun tempat rehabilitas di Kabupaten Bogor.
Baca Juga: Dalam Setahun, Siswa Putus Sekolah di Kota Bogor Tembus 500 Orang, Begini Kata Disdik
"Ada beberapa alternatif di Citeureup, Kemang, Pondok Rajeg. Nah ini lagi kita hitung-hitung, pertimbangkan," tutur dia.
Bahkan, dia menyebut rencana pembangunan ini disetujui Bupati Bogor Rudy Susmanto. Untuk itu dia menginginkan pada tahun 2026 bisa dapat terealisasi.
"Tahun depan (2026) kita pengennya sudah punya karena kan kalo razia kemarin kita ga punya fasilitas kita kirim ke Sukabumi, Cirebon. Nah, sedangkan kalo sudah mampu kenapa ga kita tampung sendiri," pungkasnya.(rp2)