RADAR BOGOR - Menjelang hari raya Idul Adha, Pemerintah Kabupaten Bogor membentuk tim pengawas hewan kurban.
Tujuan dibentuknya tim pengawas hewan kurban untuk memastikan kesehatan hewan yang nantinya akan disembelih.
Tim pengawas hewan kurban merupakan hasil kolaborasi sejumlah pihak dengan total anggota 224 orang.
Mulai dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Diskanak) dokter hewan, hingga mahasiswa asal IPB University. Totalnya ada 224 orang.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto menjelaskan mereka telah diberi tugas untuk menyisir sebaran hewan qurban yang datang dari luar Kabupaten Bogor.
“Apakah ada hewan dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Nusa Tenggara yang dibawa kesini membawa penyakit-penyakit atau tidak,
sehingga kami bisa mengantisipasi lebih awal,” jelas Rudy.
Penyakit hewan yang kerap muncul ialah inveksi pada mulut dan kaki. Rudy menyebut hal itu seperti yang terjadi dalam beberapa kurun waktu kebelakang.
Rudy menegaskan upaya ini bukan hanya ditujukan untuk kesehatan hewan kurban saja. Tetapi sangat berkaitan erat dengan jaminan kesehatan masyarakat.
“Dibeberapa wilayah penyakit mulut dan kuku pada hewan masih saja terjadi. Maka kami pastikan kembali titik-titik sebaran penyakit tersebut,” terang Rudy.
Sementara itu Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Diskanak) Kabupaten Bogor, Nurhayati mememberkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk memastikan kesehatan hewan kurban.
Misalnya memberikan vaksinasi terhadap hewan ternak sebanyak 2.000 dosis. Sehingga dia memberikan garansi penyakit-penyakit tersebut hingga saat ini belum ditemukan.
“Sampai hari ini tidak ada penyakit hewan ataupun PMK. Tidak ada hal-hal yang kita takutkan. Kami juga telah melakukan sosialisasi tentang cara menjaga kesehatan hewan kurban,” terangnya.(rp1)
Editor : Alpin.