RADAR BOGOR - Publik Safety Center (PSC) 119 Kabupaten Bogor resmi diluncurkan pada Selasa (24/5/2025).
Peluncuran PSC 119 ini diinisiasi langsung Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor.
Gedung PSC 119 berpusat di Jalan Raya Tegar Beriman, Kelurahan Sukahati, Kecamatan Cibinong.
Namun pelayanannya bisa menjangkau seluruh wilayah yang ada di Kabupaten Bogor.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto menjelaskan PSC 119 merupakan bentuk tranformasi pelayanan kesehatan berbasis digital. Ini bagian dari program 100 hari masa kerjanya.
Rudy menjelaskan PSC 119 berperan untuk memberikan pelayanan cepat terhadap masyarakat yang mengalami gangguan medis. Mereka akan siap siaga selama 24 jam.
“Jadi pada saat terjadi kecelakaan atau aduan masyarakat yang menyangkut di bidang kesehatan, tidak langsung harus datang ke fasilitas kesehatan, cukup telepon 119. Maka, tim akan datang melayani,” jelas Rudy.
Namun Rudy mengatakan jika ada keterlamabatan dalam pelayanannya harap dimaklum.
Sebab ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) di PSC 119 tidak sebangding dengan jumlah penduduk yang ada di Kabupaten Bogor.
“Mengingat penduduk disini ada 6 juta jiwa, kalaupun disini diisi 100 orang itu masih kurang, tapi tenang kami akan terus berupaya maksimal,” terang Rudy pada awak media.
Untuk mengakali minimnya ketersedian SDM di PSC 119 maka pelayanannya menggandeng pihak lain. Seperti misalnya Commend Center 112 yang sudah lebih dulu hadir.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty menerangkan dua instrumen pelayanan itu sudah saling terintegrasi.
Sehingga pelayanan pasien gawat darurat akan ditangani dengan cepat.
“Jadi bila Commend Center 112 menerima info kegawat daruratan medis akan segera mengubungi PSC 119. Puskesmas yang mendapatkan informasi masuk akan melalukan tindakan awal kedaruratan,” ujarnya.
Bilamana pasien tersebut mesti dirujuk, Fusia menjelaskan pihaknya pun telah membagi 4 titik zonasi sesuai dengan keberadaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bogor.
Untuk di wilayah tengah, Fusia menyebut pasien bisa dilarikan ke RSUD Cibinong. Kemudian di wilayah barat mereka bisa dirujuk ke RSUD Leuwiliyang.
“Pasien yang berada di wilayah Selatan bisa dibawa ke RSUD Ciawi, dan wilayah Timur bisa dilarikan ke RSUD Cileungsi. Ini adalah upaya untuk memeper cepat layanan, sehingga masalah masalab kegawat daruratan medis dapat teratarsi,” pungkasnya.(rp1)
Editor : Alpin.