RADAR BOGOR - RSUD Ciawi resmi berubah nama menjadi RSUD Idham Chalid. Langkah ini diinisasi oleh Pemkab Bogor untuk mengenang jasa para pahlawan.
Semasa hidup, Idham Chalid sendiri memang dikenal sebagai sosok pekerja keras. Hampir setiap aktifitasnya berorientasi terhadap urusan keumatan. Itu dia lakukan sedari muda.
Cucu Idham Chalid, Mohamamad Savier Azmy mengaku saban hari rumah kakenya selalu disambangi oleh orang-orang penting. Mulai dari pejabat pemerintahan hingga para pemuka agama.
“Beliau seperti open house begitu, Itu dikediaman beliau yang berlokasi di Jalan Yogya, Menteng kemudian di Cipete,” beber Savier pada Radar Bogor.
Savier mengaku ajaran itulah yang kerap ditekankan oleh sang kakek kepada anak dan cucunya.
Sampai hari ini, dia mengaku keluarga Idham Kholid tengah berupaya untuk mengembangkan yayasan pendidikan.
Yayasan pendidikan itu beroprasi di dua wilayah besar. Pertama di Jakarta, berikutnya di Kabupaten Bogor, lokasinya percisnya ada di Cisarua. Ini dikhususkan untuk masyarakat yang kurang mampu.
Oleh karenanya, Savier berharap kiprah Idham Chalid sang kakek dapat direalisasikan terhadap pelayanan rumah sakit.
Dia menyebut tidak boleh ada dikriminasi antara si miskin dan si kaya. Semua harus setara. “Kami menyambut dengan sangat gembira. Inisiatif yang dangat baik dari penerintah Kabupaten Bogor," ujarnya.
"Kami sangat berharap penamaan rumah sakit ciawi menjadi RSUD Idham Chalid tentunya membawa keberkahan sehingga pelayanannya lebih baik,” jelasnya.
Hal senada juga diutarakan oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto. Dia menegaskan tidak boleh ada pelayanan yang bersifat dirkriminatif. Dia memandang jika itu terjadi sama halnya merusak citra para pahlawan.
Rudy mengatakan nama-nama besar ini bukan sekadar simbol, tetapi menjadi cerminan semangat dan integritas dalam pelayanan kesehatan.
Maka, sudah sepatutnya perubahan nama ini juga diiringi dengan peningkatan mutu infrastruktur, tata kelola, dan pelayanan di masing-masing rumah sakit.
“Ketika rumah sakit membawa nama tokoh besar, maka operasionalnya pun harus mencerminkan kualitas dan dedikasi tinggi. Jika tidak, maka kita sendiri yang mencoreng nama para pejuang tersebut," katanya. (rp1)
Editor : Yosep Awaludin