Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Siaga Musim Kemarau Basah, RIMBA Monitoring Kawasan Hulu DAS Wilayah Bogor

Septi Nulawam Harahap • Minggu, 1 Juni 2025 | 21:05 WIB
Ilustrasi cuaca hujan ringan di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor
Ilustrasi cuaca hujan ringan di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor

RADAR BOGOR - Wilayah Bogor dan sekitarnya masih acap kali dilanda hujan, meski telah memasuki musim kemarau.

Fenomena masih turunnya hujan meski di musim kemarau di Bogor ini disebut dengan istilah kemarau basah.

BMKG memprediksi, sebagian wilayah Indonesia akan mengalami kemarau basah pada pertengahan 2025.

Kondisi ini bukan musim hujan berkepanjangan, melainkan curah hujan yang tetap terjadi saat seharusnya kemarau, dan dipengaruhi oleh faktor global seperti La Nina.

Dampaknya pun signifikan, terutama pada sektor pertanian, sumber daya air, dan potensi bencana.

Menyikapi hal tersebut, Relawan Indonesia Pembela Alam (RIMBA) memonitoring di sejumlah titik daerah- daerah yang rawan longsor di bagian hulu sungai.

"Dalam kurun waktu dua minggu terakhir sekarang ini, anggota RIMBA diturunkan untuk lakukan monitoring hulu sungai yang mengalir, baik di Cisadane, Ciliwung, Cipamingkis Jonggol, Wilayah Kabupaten Bogor," ungkap Ketua RIMBA, Eko Wiwid, Minggu (1/6).

Kemudian hulu Sungai Cikundul, Sungai Cianjur Wilayah Cianjur Utara, dan hulu DAS yang mengarah ke Cimandiri di Wilayah Situ Gunung Kabupaten Sukabumi dan Daerah Aliran Sungai kawasan situs Gunung Padang, Kabupaten Cianjur.

Menurut Eko, dalam buku Sosiologi Lingkungan Hidup karya Suharko, dijelaskan bahwa anomali cuaca seperti ini bisa terjadi akibat pemanasan global.

Sementara kegiatan monitoring daerah aliran sungai dan hulu sungai tersebut, bagian dari upaya pencegahan dini atau mitigasi mengurangi dampak resiko bencana.

"Dengan adanya kondisi cuaca seperti ini, kita dituntut selalu siaga eling lan waspada, selain itu juga kita bisa mengambil hikmah dari cuaca sekarang," katanya.

Ia mengajak semua pihak untuk lebih masif menanam pohon di lahan-lahan kritis. Terutama pihak pemerintah yang juga punya tanggung jawab terhadap mitigasi bencana.

"Kami akan tetus berupaya untuk pemulihan bentang alam di Indonesia khususnya di Jawa Barat bagian barat, meskipun dengan segala keterbatasan kami," tandas Eko Wiwid.(cok)

Editor : Alpin.
#bogor #musim hujan #musim kemarau