RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hari ini hadir di Bogor yang tengah merayakan Hari Jadi Bogor atau HJB ke-543, Selasa (3/6/2025).
Dedi menyampaikan pesan untuk warga Kota Bogor dan Kabupaten Bogor khususnya agar menjaga dan mencinati alam.
"Pagi hari ini saya sudah berada di Bogor, hari ini Kabupaten Bogor merayakan hari jadinya sama juga dengan Kota Bogor," ucap Dedi Mulyadi dalam keterangannya melalui video di Instagram @dedimulyadi71.
Dedi Mulyadi kemudian menjelaskan tentang keberadaan Kerajaan Pakuan Pajajaran yang pada masa lampau dipimpin oleh seorang raja yang arif bijaksana serta begitu mencintai rakyatnya.
"Bahkan rela mengorbankan dirinya untuk tidak masuk ke wilayah konflik yang merugikan rakyat, memilih menjadi seorang petani biasa menjadi masyarakat biasa seperti yang lainnya," jelas gubernur Jawa Barat.
Pada hari ini kata Dedi di Hari Jadi Bogor baik kota maupun kabupaten diimbau agar bisa mengembalikan kembali pada spirit Siliwangi, spirit Sri Baduga, spirit pamanah rasa, spirit Jaya Dewata, spirit ratu haji dan spirit Niskala Wastu Kancana.
Yang mana kata sang gubernur, seluruh spirit itu sesungguhnya mengembalikan kembali pembangunan Bogor pada habitatnya yakni gunung kudu awian, lengkob kudu balongan, lebak kudu sawahan.
"Apa artinya? Bogor harus kembali mengembalikan citra rasa sebagai kabupaten yang memiliki gunung-gunung yang indah, gunung-gunungnya terjaga dan terpelihara, Bogor harus segera membebaskan diri dari berbagai eksploitasi sumber daya alam, penambangan ilegal yang menimbulkan kerusakan lingkungan," pesan gubernur Jabar.
Selain itu Dedi juga meminta agar Bogor mengembalikan kembali jati dirinya sebagai daerah yang memiliki kesuburan tanah sehingga melahirkan produktivitas berbagai produk pertanian yang sangat dikenal, di antaranya talas Bogor, durian Bogor, rambutan Bogor hingga beras Bogor.
"Bahkan sampai produksi peternakan sangat kokoh di Bogor," imbuhnya.
Tak hanya itu Dedi menyebut Bogor memiliki citra rasa sebagai daerah yang layak menjadi hunian dan hal itu bisa dibuktikan dengan dulu pada saat bangsa belum merdeka, istana dipilih di Bogor yakni Istana Bogor.
"Kemudian ada istana yang memiliki nilai sejarah juga yang dibangun oleh seorang arsitek yaitu namanya Istana Batu Tulis dan kemudian kita punya gunung yang sangat indah yaitu Gunung Salaka orang bilangnya Gunung Salak," kata Dedi Mulyadi.
Menurut kepala daerah berusia 54 tahun itu, Gunung Salak memiliki puncak yang sangat indah dan menjadi tempat melakukan kontemplasi yang luar biasa.
"Seluruhnya harus jadi bagian dari upaya kita untuk satu hal, cintai Bogor sebagaimana kita mencintai ibu kita, cintai dengan hati, miliki dengan rasa," pesan sang kepala daerah.
Gubernur Jawa Barat itu pun meyakini bahwa Bogor akan tumbuh menjadi kabupaten dan menjadi kota dambaan.
"Selamat buat Pak Bupati selamat buat Pak Wali Kota selamat buat Pak Wakil Bupati dan Pak Wakil Wali Kota, yuk sama-sama mengembalikan Bogor pada jati dirinya jati diri Ki Sunda," ucap Dedi Mulyadi.
Editor : Eka Rahmawati