RADAR BOGOR - Ribuan masyarakat Kaupaten Bogor tumpah ruah untuk memeriahkan Fetival Ngadulag. Kegiatan ini diselenggarakan bertepatan dengan malam takbir Hari Raya Idul Adha, Kamis (5/6/2025).
Festival Ngadulag diikuti 40 tim. Mereka merupakan perwakilan dari tiap-tiap kecamatan. Satu tim diisi oleh 8 orang. Ada yang bertugas melantunkan takbir dan sisanya memukul bedug.
Para peserta Festival Ngadulag tampil begitu memukau. Masing-masing tim kompak mengenakan kostum yang gemerlap. Mereka sangat percaya diri. Gema takbir dilantunkan begitu merdu.
Kemeriahan Fetival Ngadulag mendapat respon positif dari Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika. Ini disebutnya perdana yang diinisiasi oleh Pemerintah Daerah.
"Kalau yang diinisiasi sama masyarakat itu setau saya beberapa ada, termasuk di Cibinong deket flayover," beber Ajat saat ditemui Radar Bogor di Stadion Pakansari.
Ajat menjelskan Festival Ngadulag menjadi upayanya untuk melestarikan budaya lokal khas Sunda. Sebab ini sudah rutin dilakukan sejak nenek moyang masyarakat Kabupaten Bogor.
Budaya lokal khas Sunda disebut Ajat sangat lekat dengan nilai-nilai keislaman. Ditambah mayoritas masyarakat bumi Tegar Beriman beragama muslim. Sehingga ini sudah menjadi kewajibannya untuk terus melestarikan kebudayaan tersebut
Bukan cuma itu, Ajat menerangkan, Fetival Ngadulag ini menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan.
Sebab masyarakat yang tinggal di wilayaha perbatasan Kabupaten Bogor turut serta unruk memeriahkan.
"Bahkan yang jauh deperti Tenjo pada mau. Mereka pada latihan, pakai seragam dan segala macam. Ini bukan hanya seni tapi silaturahmi kekompakan semua bergerak ibunya, bapanya, Rt Rw semua bergerak," jelas Ajat.
Melihat kekompakan masyarakatnya itu, Ajat memberikan garansi, Festival Ngadulag akan menjadi kegiatan rutin setiap tahun. Bahkan akan digelar dengan kemasan yang lebih meriah.
Di momen Festival Ngadulag ini Pemerintah Kabupaten Bogor pun turut memberikan makanan gratis. Santapan malam tersebut berasal dari dapur-dapur pelaku UMKM di wilayah Bumi Tegar Beriman. (rp1)
Editor : Yosep Awaludin