Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bidik Pengembangan Sektor Pertanian, Gedung BLK Bakal Dibangun di Wilayah Timur Kabupaten Bogor

Muhamad Rifki Fauzan • Sabtu, 7 Juni 2025 | 11:01 WIB
Bupati Bogor, Rudy Susmanto saat memberikan keterangan kepada awak media. Pemkab Bogor akan membangun Gedung BLK di wilayah Timur.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto saat memberikan keterangan kepada awak media. Pemkab Bogor akan membangun Gedung BLK di wilayah Timur.

RADAR BOGOR - Pengembangan sektor pertanian saat ini tengah menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Bogor. Rencananya mereka akan membangun Gedung BLK (Balai Latihan Kerja).

Gedung BLK itu bakal dibangun di wilayah Timur Kabupaten Bogor. Semua materi yang disampaikan berfokus pada optimalsiasi sektor pertanian.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto menjelaskan pihaknya masih menggodog rencana tersebut. Namun untuk bangunannya telah disiapkan. Di wilayah Timur ada gudang yang nantinya bakal disulap jadi Gedung BLK.

“Sektor pertanian kami ada di Bogor Timur, Kami sudah mempersiapkan gudang, lalu ada perlengkapannya juga,” terang Rudy.

Ada beberapa alasan pemilihan lokasi Gedung BLK tersebut. Salah satunya Rudy berpandangan di wilayah Timur sendiri banyak lahan pertanian. Sehingga aset ini dapat mendukung rencana tersebut.

Rudy menjelaskan pengembangan sektor pertanian memang sudah menjadi arahan yang diminta oleh Pemerintah Pusat. Sehingga pihaknya wajib merealisasikannya.

“Kami mengikuti beberapa program-program kebijakan dari pemerintah pusat, salah satunya adalah dari sisi pertanian,” ujar Politikus Partai Gerindra itu.

Jauh kebelakang, Pemkab Bogor sendiri telah meresmikan gedung BLK. Hanya memang tidak berfokus di sektor pertanian.

Lokasinya ada di Desa Tonjong, Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor. Gedung ini baru saja diresmikan pada akhir bulan Mei 2025 lalu.

Gedung tersebut siap menampung peserta sebanyak 20 orang per angkatan. Pendaftaranyya dibuka per dua minggu. Sehingga dalam sebulan ada 40 orang.

“Jika ini diefektifkan, maka dalam satu tahun kurang lebih sekitar hampir 500 orang,” beber Rudy Susmanto pada awak media.

Ada beberapa persyaratan yang mesti dipenuhi bagi masyarakat yang berminat untuk mengikuti pelatihan tersebut. Dianranya yaitu menyarahkan KTP, KK dan ijazah terakhir.

Rudy membeberkan ada banyak pelatihan yang dilakukan lewat program tersebut. Pertama sektor otomotif, seperti las listrik. Ini bukan hanya materi untuk di darat tapi las bawah air juga, termasuk pelatihan furniture.

“Pelatihan-pelatuhan tersebut kita menyesuaikan dengan ketersediaan dan infrastruktur yang ada, termasuk kebutuhan industri,” pungkasnya. (rp1)

Editor : Yosep Awaludin
#Rudy Susmanto #gedung blk #kabupaten bogor