Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Imbas Jalan Kaki Muzdalifah - Mina Sejauh 7 Km, Jemaah Haji Asal Kabupaten Bogor Banyak yang Kelelahan Saat Lempar Jumrah

Muhamad Rifki Fauzan • Sabtu, 7 Juni 2025 | 14:03 WIB
Sejumlah jemaah haji asal Kabupaten Bogor yang tengah melaksanakan lempar jumrah di Mina
Sejumlah jemaah haji asal Kabupaten Bogor yang tengah melaksanakan lempar jumrah di Mina

RADAR BOGOR - Perjalanan Muzdalifah - Mina tanpa kendaraan, rupanya menguras tenaga para jemaah haji asal Kabupaten Bogor. Banyak diantara mereka yang kelelahan saat melaksanakan lempar jumrah.

Perjalanan Muzdalifah - Mina sendiri menempuh jarak 7 Km. Kondisi arus lalu lintas yang crowdit, membuat para jemaah haji asal Kabupaten Bogor banyak yang memilih untuk berjalan kaki.

Informasi soal jemaah haji tersebut disampaikan Ketua IV Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah, Bidang Komunikasi dan Informasi, (DPP FK KBIHU), Desi Hasbiyah.

“Iya itu tuh macet banget. Armada padet. Yang jalan banyak. Kondisi tidak terkendali. Macetnya minta ampun, jadi pas lempar jumrah mereka kelelahan,” jelas Desi pada Radar Bogor.

Desi pun membeberkan bahwa banyak pula jemaah haji yang lansia memilih untuk tidak ikut lempar jumroh. Alhasil pelaksanaanya dibadalkan dengan orang lain.

“Kalau dari kloter 52, itu hampir 10 sampai 20 persen jemaah haji yang lansia dibadalkan. Total keseluruhan rombonhan kami sekitar 400 orang,” ujar Desi, Sabtu (7/6/2025).

Desi menjelaskan pelaksanaan lempar jumrah sendiri terbagi kedalam dua bagian. Pertama yaitu nafar awal. Ini sudah mulai berlangsung sejak kemarin hingga esok, Minggu (8/6/2025).

Sementara untuk lempar jumrah nafar tsani akan terus berlangsung hingga Senin. Jemaah haji dibebaskan untuk memilih waktu nafarnya masing-masing.

“Batasan waktu pelaksanaan lempar jumrah sendiri mulai terbit fajar, hingga menjelang terbit kembali. Jadi jemaah haji boleh memilih, pagi,siang, ataupun sore,” beber Desi saat dikonfirmasi lebih lanjut.

Fasilitas pelaksanaan lempar jumrah pada tahun ini disebut Desi tidak ada yang istimewa. Semuanya masih sama.

Tim kesehatan pun hanya disedikan satu orang dokter dan perawat. Mereka harus melayani 400 orang per rombongan.

“Tapi untungnya jemaah sudah pada bisa menangani diri. Kalau lagi pilek mereka langsung minum obat. Jadi uda pada ngerti,” pungkasnya.

Pasca melempar jumrah nanti, Desi menuturkan para jemaah haji, akan kembali diberangkatkan ke Makkah, untuk mengikuti rangkaian selanjutnya. (rp1)

Editor : Yosep Awaludin
#jemaah haji #muzdalifah #kabupaten bogor