RADAR BOGOR - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB 2025 jenjang SMA se-derajat di Kabupaten Bogor resmi dimulai, Selasa (10/6/2025). Berlangsung hingga 16 Juni 2025 mendatang.
Dalam kurun waktu sepekan ini, pendaftaran SPMB 2025 dibuka khusus untuk gelombang pertama. Bagi mereka yang hendak daftar ke SMA ada tiga jalur, di antaranya domisili, afirmasi dan mutasi.
Sementara bagi siswa yang hendak mendaftar SPMB 2025 ke sekolah kejuruan atau SMK ada 4 jalur yang dibuka ditahap pertama. Seperti domisili terdekat, afirmasi, mutasi, dan persiapan industri.
Meski pendaftaran SPMB dibuka secara online, namun tidak sedikit wali murid yang datang langsung ke sekolah impian anaknya. Kondisi ini tercermin di SMKN 1 Cibinong, Kabupaten Bogor.
Sedari pagi, sekolah tersebut langsung diserbu oleh para wali murid. Sejumlah petugas yang telah disediakan pun nampak sibuk menanggapi keluhan dari mereka.
Salah satu yang kerap dikeluhkan iyalah server SPMB 2025 yang tidak bisa diakses alias down. Para wali murid mengaku panik dengan kondisi tersebut.
“Iyalah panik web-nya down, khawatir anak saya gagal daftar, apalagi saya gak ngerti cara daftar onlinenya. Jadi saya datang langsung ke sekolah,” beber Dewi (45) wali murid asal Bojonggede.
Dewi menuturkan server yang down itu berangsur cukup lama. Pertama kali buka di jam 08.00 WIB. Namun hingga pukul 10.00 WIB dirinya belum bisa sama sekali mengakses.
Beruntung pihak sekolah menyediakan petugas, sehingga Dewi mengaku dirinya merasa terbantu.
Anaknya hendak mendaftar di jalur domisili. Hal ini karena lokasi rumahnya dengan sekolah tidak terlalu jauh.
“Semoga aja lolos di gelombang pertama ini, tapi kalau ga lolos anak saya mau coba jalur prestasi di gelombang kedua. Milih SMKN 1 Cibinong karena sekolah ini termasuk favorit juga yah,” beber Dewi pada Radar Bogor.
Kondisi server SPMB 2025 yang down juga dibernarkan Wakil Kepala Hubungan Industri Masyarakat (Waka Hubinmas) SMKN 1 Cibinong Kabupaten Bogor, Danu Winardi.
Danu menjelaskan penyebab server SPMB down itu karena banyak orang yang mengaksesnya.
Kondisi ini disebutnya sebagai hal yang lumrah. Sebab kejadian serupa juga sempat terjadi pada tahun lalu.
“Nah belajar dari tahun kemarin mangkannya kami sedikan petugas untuk membimbing wali murid, sebab banyak yang gangerti dan panik, khawatir salah klik,” terang Danu.
Bukan hanya server SPMB 2025 yang down, nomenklatur jurusan di website pun banyak yang tidak dikenal oleh masyarakat. Hal ini membuat wali murid kebingungan saat mendaftarkan anaknya.
Misalnya, jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) di server SPMB 2025 namanya berbeda. Nomenklatur yang tertuang iyalah jurusan otomotif.
“Itu yang mungkin informasi yang harus kita jelaskan ke orang tua,” beber Danu saat ditemui di SMKN 1 Cibinong, Selasa (10/6/2025).
Di SMKN 1 Cibinong sendiri, Danu menuturkan pihaknya membuka kuota pendaftaran 22 Rombongan Belajar (Rombel). Masing-masing disediakan untuk 36 orang siswa. (rp1)
Editor : Yosep Awaludin