RADAR BOGOR - Helaran Budaya 2025 disambut sorak-sorai masyarakat dan memecah langit siang di jantung Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (14/6/2025).
Ribuan warga berjejer di sepanjang rute karnaval, menyambut parade Helaran Budaya 2025 yang menjadi puncak Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543 di Kabupaten Bogor.
Diantara dentuman musik tradisional, tabuhan angklung dan sorak anak-anak yang berdiri di pinggir trotoar, melintaslah berbagai mobil hias yang mencolok saat Helaran Budaya 2025.
Replika singgasana megah dengan ornamen ukiran kerjaan khas Sunda tercermin dikendaraan tersebut.
Tidak sekadar hiasan, kendaraan ini seolah membawa kembali ingatan masyarakat pada masa kejayaan kerajaan Sunda.
Ornamen megah dan detail sejarah yang tertuang pada mobil itu menjadi salah satu pusat perhatian dari gelaran budaya tahun ini.
Warga pun dibuat takjub, bukan hanya karena tampilan visualnya, tetapi juga narasi sejarah yang kuat di dalamnya.
Di atas mobil, para penampil mengenakan busana kerajaan lengkap dengan aksesoris.
Salagakhas Sunda zaman lampau. Ada yang berperan sebagai pujangga, ada pula yang menjadi prajurit kerajaan.
Mobil hias itu merupakan karya warga Kecamatan Sukaraja. Mereka mengangkat tema Kerajaan Pajajaran.
Persiapan untuk memodif kendaaraan itu tak main-main. Mereka membutuhkan waktu tiga hari untuk menyelesaikannya, dimulai sejak Senin sebelum helaran.
“Kami memang melibatkan banyak pihak untuk membantu karena harus detail. Judulnya Kerajaan, kan kita tidak bisa sembarangan.
Nanti ada penggiat-penggiat sejarah, penggiat budaya yang juga harus memperhatikan,” beber Camat Sukaraja, Ria Marlisa.
Gagasan ini, menurutnya, lahir dari semangat kolektif warga Sukaraja yang menyadari nilai historis wilayah mereka.
“Karena memang judul kecamatannya Sukaraja, dari tetua-tetua yang latih di sana memang dulu Kerajaan di Pajajaran sering singgah di Sukaraja,” ungkapnya.
Tak heran jika seluruh staf dan kepala desa pun ikut mengenakan busana ala bangsawan Sunda, agar tampil senada dengan tema besar yang diusung.
Material mobilnya pun beragam. Ada triplek, papan, hingga kostum yang dipesan khusus. Semua elemen dirancang agar mampu mendekati gambaran Kerajaan Pajajaran semirip mungkin.
Bahkan, ikon macan putih turut dihadirkan, menjadi simbol kekuatan dan kewibawaan.
“Nilai sejarahnya yang kami tampilkan. Pak Bupati juga mengharapkan nilai sejarah hari ini yang dikomunikasikan di Kabupaten Bogor adalah kota budaya bangsa, kota kebangkitan bangsa. Bangkit itu kan bermulanya dari sejarah,” tuturnya lagi.
Antusiasme masyarakat, menurutnya, jadi salah satu semangat tersendiri bagi para pelaku kegiatan.
Ia berharap helaran budaya seperti ini bisa terus digelar rutin tiap tahun, menjadi agenda wisata tahunan Kabupaten Bogor.
“Semoga kegiatan ini bisa menambah pengalaman dan sejarah buat masyarakat juga. Sehingga bisa membangkitkan ekonomi dan jadi bagian dari pariwisata kita ke depan,” pungkasnya.(rp1)
Editor : Alpin.