RADAR BOGOR-Bagi yang berlibur ke kawasan Puncak Dua, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor tak asing dengan jalan menanjak yang satu ini. Namanya tanjakan 2000.
Lokasinya berada di Desa Wargajaya, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Tanjakan di Jalur Puncak Dua itu memiliki kemiringanya sekitar 45 derajat.
Panjangnya 100 meter. Tak sekedar menanjak, tanjakan 2000 di Jalur Puncak Dua itu juga kini memiliki belokan patah.
Tanjakan ini merupakan tanjakan yang paling dibenci wisatawan Jabodetabek saat berlibur ke kawasan wisata di Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor.
Terlebih kendaraan roda empat. Juga saat kawasan Sukamakmur dipadati wisatawan. Bukan saja wisatawan, warga sekitar pun harus ekstra hati-hati saat melintasi tanjakan yang satu ini.
Kendaraan harus mengantri satu persatu untuk menaiki tanjakan 2000 itu. Tidak sedikit pula kendaraan mengalami masalah. Mengeluarkan asap akibat slip kopling dan gagal menanjak.
Selain kendaran yang prima, kepiawaian pengendara juga diuji di sana. Butuh ancang-ancang untuk bisa melintasi tanjakan 2000 itu dengan mulus.
Firmansyah wisatawan dari Jakarta Timur salah satunya. Motornya gagal menanjak. Nyaris mundur dan terjatuh.
Beruntung ada warga yang berjaga. Secara siaga membantu menahan dan mendorong motornya.
"Tahan, yang dibonceng turun dulu," ucap Agus salah satu warga yang membantu Firmansyah di tanjakan 2.000 itu pada Minggu (15/6/2025).
Kejadian itu bukan saja sekali. Radar Bogor melihat ada belasan motor yang mengalami hal serupa.
Gagal nanjak melalui tanjakan 2000 itu. Termasuk Erna warga Desa Sukawangi yang melintasi tanjakan 2.000 itu.
Ia terlihat menunggu jalan benar-benar kosong sebelum melintas tanjakan 2000 di Jalur Puncak Dua tersebut.
Wanita mengenakan motor matic itu mengambil ancang-ancang, setelah jalan dirasa kosong ia mulai memacu kendaraannya. Ditangani tanjakan motor tak kuat menanjak dan dibantu oleh warga.
"Enya rek kaluhur, nungguan kosong heula (iya mau naik ke atas, menunggu kosong dulu)," kata Erni kepada Radar Bogor sesaat sebelum melintasi tanjakan 2.000 Minggu (15/6/2025).
Untuk nama tanjakan 2000 ini bukan nama aslinya. Itu merupakan julukan tanjakan di ruas jalan Sukamakur-Sukawangi. Hal itu diungkapkan oleh Euis salah satu penjual makanan di dekat tanjakan 2.000.
Dikenal sebagai tanjakan 2000 karena setiap kendaraan yang gagal menanjak dibantu warga setempat yang berjaga di sepanjang tanjakan Usai membantu, biasanya para wisatawan memberikan uang Rp2000 bagi masyarakat tersebut.
"Jadi wisatawan sukarela memberikan uang, kebanyakan diberi Rp 2.000 makanya disebut tanjakan 2.000," tuturnya.
Sementara itu Camat Sukamakmur Bakri Hasan mengatakan tanjakan 2.000 ini menjadi salah satu tanjakan ekstrem yang ada di wilayah Kecamatan Sukamakmur. Kata dia tanjakan 2.000 juga rawan pergerakan tanah dan longsor.
"Jadi memang tanjakan ekstrim dan rawan longsor, kemarin sempat longsor dan menutup jalan. Namun akses ini menjadi akses yang paling sering dilalui wisatawan juga warga," tukasnya. (faj)
Editor : Yosep Awaludin