Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tim Gemilang Halimun Kenalkan Eco-Brick Sebagai Solusi Kreatif Pengelolaan Sampah Plastik di Masyarakat

Yosep Awaludin • Senin, 16 Juni 2025 | 14:09 WIB
Tim Dospulkam bersama mahasiswa Tim Mata Kuliah EC7 Program Studi S1 KPM IPB University saat memperkenalkan teknologi eco-brick untuk mengurangi sampah plastik.
Tim Dospulkam bersama mahasiswa Tim Mata Kuliah EC7 Program Studi S1 KPM IPB University saat memperkenalkan teknologi eco-brick untuk mengurangi sampah plastik.

RADAR BOGOR — Sampah plastik menjadi permasalahan serius yang berdampak langsung terhadap lingkungan.

Untuk mengatasinya, tim dosen pelaksana program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) memperkenalkan teknologi eco-brick yang efektif mengurangi sampah plastik.

Kegiatan ini berkolaborasi dengan mahasiswa Tim Mata Kuliah Enrichment Course (EC) 7 Program Studi S1 KPM IPB University, yang merupakan bagian dari pengabdian masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan tentang sampah plastik.

Sekaligus memberikan solusi aplikatif serta berkelanjutan dengan bimbingan langsung dari para dosen pendamping yakni Hana Indriana, Rilus A. Kinseng, Kaswanto, Dyah Retna Puspita dan Ghilandy Ramadhan.

Eco-brick adalah metode pengelolaan sampah plastik dengan cara mengisinya ke dalam botol bekas secara padat hingga menjadi bahan furniture dan bahan bangunan alternatif.

Dalam kegiatan ini, para mahasiswa bersama warga Cluster Halimun Desa Cibatok 1 didampingi dosen pendamping melakukan pembuatan meja menggunakan eco-brick dan papan kayu.

Hal tersebut membuktikan bahwa limbah plastik bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai fungsi dan estetika.

"Kami ingin mengajak masyarakat untuk tidak hanya membuang sampah plastik, tapi mengubahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat," ujar Hana Indriana selaku dosen pendamping kegiatan.

"Eco-brick ini bisa digunakan untuk membuat kursi, meja, rak, bahkan dinding bangunan," tambahnya. 

Tak hanya praktik langsung, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi mengenai dampak negatif sampah plastik terhadap lingkungan dan pentingnya daur ulang.

Antusiasme warga terlihat dari keterlibatan aktif mereka dalam proses pembuatan, mulai dari mengumpulkan plastik, mengisi botol, hingga menyusun rak secara gotong royong.

"Kesadaran sudah mulai tumbuh, tapi tantangan terbesarnya adalah konsistensi. Kadang warga semangat di awal, tapi lama-lama bisa kendor. Perlu ada pengingat dan kegiatan berkelanjutan supaya gerakan ini terus berjalan,” ujar Gatot selaku Ketua Lingkungan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang interaksi antara mahasiswa dan masyarakat, memperkuat semangat kolaborasi dalam upaya pelestarian lingkungan.

Para mahasiswa berharap, upaya ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk menerapkan eco-brick sebagai solusi nyata dalam mengurangi volume sampah plastik.

Melalui Program Dosen Pulang Kampung IPB University diharapkan dapat memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat sehingga IPB menjadi salah satu perguruan tinggi yang turut berkontribusi dalam mewujudkan kampus berdampak.

Eco-brick tidak hanya menjadi alat bantu pembangunan, tetapi juga simbol kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga bumi. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#sampah plastik #Dosen Pulang Kampung #ipb university