RADAR BOGOR - Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Aan Triana Al Muharom menyesalkan masih adanya anak-anak sekolah di Kabupaten Bogor yang belajar di lantai.
Hal itu merespon adanya puluhan siswa-siswi SDN Cempaka di Gunungsindur yang belajar di lantai akibat kekurangan meja dan bangku.
Menurutnya, Pemkab Bogor telah mengalokasikan anggaran untuk Dinas Pendidikan sebesar 24 persen atau lebih dari Rp2 triliun dari APBD. Seharusnya tak ada lagi siswa belajar di lantai.
"Sebenarnya kalau bicara anggaran, sudah lebih besar APBD kita untuk pendidikan. Tinggal sejauh mana skala prioritas yang diambil oleh Dinas Pendidikan," ungkap Aan Triana Al Muharom, Senin (16/6/2025).
Berkaca pada masalah di SDN Cempaka, kata dia, Dinas Pendidikan belum secara penuh memaksimalkan anggaran untuk kebutuhan yang paling mendesak seperti sarana sekolah.
Bahkan menurutnya bukan kali ini saja ditemukan adanya anak sekolah di Kabupaten Bogor yang belajar di lantai akibat minimnya mebeler.
"Maka saya minta agar memprioritaskan terkait mebeler di sekolah. Tidak hanya SDN Cempaka, di seluruh sekolah di Kabupaten Bogor," tegasnya.
Selain itu, lanjut Aan, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor terutama pada Bidang Sarana dan Prasarana harus lebih masif dalam mendata kebutuhan sarana dan prasarana di setiap satuan pendidikan.
"Jangan sampai ada lagi siswa-siswa kita belajar di lantai. Jadi mohon diperhatikan secara maksimal, supaya KBM dapat berjalan nyaman dan aman," tandasnya.(cok)
Editor : Yosep Awaludin