Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pasar Leuwiliang Mulai Direvitalisasi Pasca Kebakaran, Pemkab Bogor Targetkan Jadi Pasar Rakyat SNI

Septi Nulawam Harahap • Kamis, 19 Juni 2025 | 10:50 WIB
Pasar Leuwiliang mulai direvitalisasi setelah kebakaran beberapa waktu lalu.
Pasar Leuwiliang mulai direvitalisasi setelah kebakaran beberapa waktu lalu.

RADAR BOGOR - Pasar Leuwiliang di Kabupaten Bogor mulai direvitalisasi pasca dilanda kebakaran beberapa waktu lalu. Revitalisasi pasar di bawah pengelolaan Perumda Pasar Tohaga Kabupaten Bogor itu kini resmi dilakukan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten, Andri Hadian mengatakan, ini merupakan respons cepat Pemerintah Kabupaten Bogor untuk memulihkan ekonomi masyarakat pasca kebakaran hebat yang melanda pasar Leuwiliang pada 27 September 2023 lalu.

Nantinya, Pasar Leuwiliang akan memiliki tiga bangunan utama dengan desain modern yang tetap mengakar pada identitas lokal. Fasad ikonik di bagian depan menjadi daya tarik visual.

Sementara blok A dan B akan dihubungkan jembatan penghubung yang memungkinkan pengunjung menikmati panorama aktivitas pasar dari atas. Jalan akses selebar 8 meter juga disiapkan untuk kendaraan, termasuk mobil pemadam kebakaran.

Menurut Andri, proyek revitalisasi ini dikerjakan oleh Perumda Pasar Tohaga bekerja sama dengan investor PT. Maharaja Raffles Nusantara, yang dibangun di atas lahan seluas 21.629 meter persegi.

"Pasar ini akan dilengkapi 1.439 unit dagang, 140 toko, 809 kios, dan 490 los, menjadikannya salah satu pasar rakyat terbesar dan termodern di Kabupaten Bogor," terangnya, Rabu, 18 Juni2025.

Sebelum pembangunan pasar ini dimulai, Pemkab Bogor telah melakukan pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS).

"Sosialisasi intensif juga sudah kita lakuka sejak Mei lalu, untuk memastikan kesiapan dan dukungan lintas sektor," ujar Andri.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam mendukung pembangunan. Dengan pembangunan ini, Pasar Leuwiliang akan menjadi pasar rakyat SNI kedua di Kabupaten Bogor setelah Pasar Cisarua, sekaligus ditargetkan menjadi pasar terbaik di wilayah Leuwiliang.

"Pasar ini bukan hanya tempat berdagang, tapi juga aset daerah dan warisan masa depan. Ini adalah simbol harapan, semangat kebersamaan, dan kebangkitan ekonomi rakyat," tegasnya.

Direktur Utama Perumda Pasar Tohaga, Haris Setiawan, menegaskan, pembangunan pasar Leuwiliang dirancang dengan mengedepankan standar SNI, konsep ramah lingkungan, serta sentuhan budaya lokal dan nilai-nilai legenda Leuwiliang.

"ni akan menjadi pasar tradisional yang bersih, nyaman, dan tertata. Kami menargetkan rampung dalam 18 bulan, bahkan lebih cepat jika memungkinkan," katanya.

Sebagai bentuk antisipasi kejadian serupa, lanjut Haris, seluruh karyawan pasar akan mendapatkan pelatihan dasar pemadam kebakaran.

"Ini bagian dari peningkatan sistem keamanan pasar dan perlindungan aset pedagang," tambah Haris.

Sementara itu, Direktur Utama PT. Maharaja Raffles Nusantara, Frans Susanto, menyebut proyek ini sebagai ikon baru kebanggaan masyarakat Bogor.

"Kami pastikan pembangunan akan dilakukan dengan kualitas terbaik dan memperhatikan kenyamanan pedagang dan pengunjung," tandasnya.(cok)

Editor : Eka Rahmawati
#bogor #Pasar Leuwiliang #kebakaran