RADAR BOGOR - Aspirasi warga Rumpin Kabupaten Bogor mendapat ruang di meja pemerintahan, langkah ini merupakan tindak lanjut atas aksi demo yang mereka lakukan pada Kamis, 19 Juni 2025 malam.
Melalui audiensi yang digelar di Pendopo, Kamis Himpunan Mahasiswa Rumpin (HMR) menyampaikan sederet keresahanya. Mulai dari keresahan soal dampak pertambangan hingga dorongan percepatan pembangunan infrastruktur.
Pemerintah menyatakan akan menindaklanjuti seluruh masukan yang disampaikan secara bertahap dan terbuka.
Pertemuan yang berlangsung terbuka itu juga dihadiri Wakil Bupati Bogor, Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, serta sejumlah kepala dinas terkait. Kehadiran jajaran lengkap ini menjadi sinyal kuat bahwa aspirasi mahasiswa ditanggapi serius.
“Terima kasih sudah mewakili masyarakat Rumpin, Parungpanjang, Cigudeg, Gunung Sindur, dan Ciseeng. Kami sangat terbuka menerima aspirasi yang disampaikan. Kami pastikan semua tuntutan dan aspirasi diterima, dan mulai hari ini bisa dipantau progresnya,” ujar Bupati Bogor Rudy Susmanto.
Ia menegaskan, saat ini pemerintah daerah sedang fokus memperkuat pondasi pemerintahan dan infrastruktur. Menurutnya, tahap awal pembangunan ini penting agar hasilnya dapat berkelanjutan dan terasa langsung oleh masyarakat.
“Izinkan kami menyelesaikan pondasinya terlebih dulu. Insya Allah, akhir tahun ini pembangunan bisa lebih masif dan langsung dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Rudy juga meminta Dinas PUPR mempercepat pelaksanaan program-program pembangunan yang sudah dianggarkan, khususnya di wilayah yang menjadi perhatian masyarakat dan mahasiswa.
Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa membangun Kabupaten Bogor harus dilakukan dengan hati dan niat yang tulus.
“Tujuan kami hari ini adalah melayani masyarakat. Saya ingin Kabupaten Bogor berubah menjadi lebih baik,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan HMR, Junaedi, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Pemkab Bogor yang menerima mereka dengan formasi lengkap.
Menurutnya, audiensi ini menjadi momentum penting bagi masyarakat wilayah barat yang selama ini terdampak aktivitas pertambangan dan pembangunan yang belum merata.
“Kami pulang membawa harapan, bahwa Pemkab Bogor bersama kami mencari solusi terbaik. Serta benar-benar menindaklanjuti hasil dialog ini demi keadilan dan keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Junaedi juga berharap agar progres dari tuntutan mereka bisa terus dikawal, baik oleh mahasiswa maupun masyarakat luas, agar tidak hanya berhenti pada seremonial pertemuan. (rp1)
Editor : Eka Rahmawati