RADAR BOGOR - Belum genap satu tahun, Asep Wahyuwijaya menjabat sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, namun berbagai bantuan telah berhasil diturunkan ke daerah pemilihannya di Kabupaten Bogor.
Politisi Partai NasDem ini mendistribusikan ratusan karton Program Makanan Tambahan (PMT) untuk Balita dan ibu hamil yang dibagikan melalui kader Posyandu di desa-desa, membagikan ribuan bantuan PIP untuk para siswa SD, SMP dan SMA/SMK, membangunkan sarana MCK di berbagai tingkatan sekolah.
Termasuk, mendistribusikan bantuan laptop dan PC untuk sekolah, membangunkan kobong di pesantren dan ruang kelas baru, hingga membangunkan jalan usaha tani (JUT), menyerahkan bantuan pipa air di desa yang kekeringan serta membagikan alat pertanian seperti handsprayer, pompa air dan mesin traktor kepada kelompok-kelompok tani.
Berbeda dengan skema bantuan dari pemerintah daerah, turunnya bantuan untuk konstituen dari para pemangku kepentingan di pusat ini jauh lebih cepat.
"Menariknya lagi, bantuan yang bisa diberikan pun jauh lebih beragam," ujar Kang AW, sapaan akrab politisi kelahiran Bogor ini.
"Karena turunnya cepat dan bantuannya bervariasi, maka saya pun harus berkejaran dengan waktu untuk turun ke dapil dan memastikan bantuan tersebut terserap dengan baik oleh warga," sambung salah satu Ketua DPP Partai NasDem ini.
Ke depan, kata Asep Wahyuwijaya, team Posko BALAWA-NASDEM akan terus melakukan kordinasi dan konsolidasi dengan semua jaringan relawan, pemerintahan desa dan simpul kelompok masyarakat serta struktur partai untuk memetakan berbagai aspirasi dan permohonan bantuan yang dianggap relevan dan mampu dipenuhi oleh mitra komisi di DPR RI.
Lebih lanjut mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dua periode ini mengatakan, kalau pengajuan bantuan ke Pemprov Jabar yang lama dan ribet saja dulu bisa diselesaikan, sekarang team Posko pun sudah bisa menyesuaikan pekerjaannya dalam melakukan pendampingan kepada para pemohon.
"Ada hal yang secara mendasar harus dianggap penting dan strategis dari apa yang telah dilakukan sejauh ini yakni soal pendidikan politik untuk warga," papar alumni FH Unpad Bandung ini.
Asep Wahyuwijaya menegaskan, masyarakat harus diberikan referensi politik lain yang baik dan berbeda atas pemahaman politik secara komprehensif dan terus menerus.
Selain itu, tutur Ketua MN KAHMI dan pengurus MPP ICMI ini, memperkuat kesadaran politik kepada masyarakat melalui interaksi fisik, perbincangan-perbincangan dan pendistribusian berbagai macam program bantuan kepada kelompok masyarakat sesuai kemampuan dan kewenangannya dapat menjadi instrumen strategis yang menghadirkan kenyataan kepada warga bahwa politik itu bukan hanya soal keriuhan dan kegaduhan dalam menghadapi agenda pileg dan pilpres dengan segala turunan liar dan banalnya, seperti bagi-bagi amplop dan sejenisnya.
"Secara pribadi saya dan team sendiri sudah berkomitmen bukan sebatas pada melakukan ikhtiar pendidikan politik, tetapi juga menjadikan amanah yang diemban sebagai wakil rakyat menjadi instrumen menentukan untuk membangun tanah kelahiran semaksimal mungkin dan semampunya," pungkas Asep Wahyuwijaya. (*)