RADAR BOGOR - Mimpi Yanti (43) korban bencana alam asal Rancabungur Bogor terwujud. Doa yang ia panjatkan diijabah.
Rumahnya di Rancabungur yang luluh lantah, ambruk akibat bencana alam angin kencang itu, kini mulai dibangun.
Ia menceritakan bagaimana melalui ujian hidup yang menerpa keluarganya itu.Saat itu, hujan deras mengguyur Bogor. Termasuk di tempat ia tinggal di Rancabungur.
Rumahnya yang sudah usang tak kuat lagi berdiri. Bagian dapur, bangunan rumahnya yang pertamakali roboh.
"Waktu itu subuh, bagian dapur yang roboh," ujar Yanti mengawali cerita kepada Radar Bogor Sabtu, 21 Juni 2025.
Siang harinya, ujian itu datang. Rumahnya berdinding bilik bambu miliknya itu ambruk. Beruntung, di rumah sedang tidak ada orang. "Kejadian kedua, rumah ambruk semua, yang di rumah sudah pada keluar," tuturnya.
Iapun tak tahu apa yang bisa ia lakukan selain berdoa dan bertawakal. Semenjak rumahnya ambruk, ia bersama dengan anak dan suami serta orang tuanya tinggal di sebuah teras rumah milik tetangganya.
Lokasinya tepat di belakang rumah milik Yanti yang ambruk. "Tidur di teras di sini," katanya kepada Radar Bogor.
Sepanjang solat 5 waktu, iapun tak berhenti berdoa. Meminta agar rumahnya bisa kembali terbangun. Doanya itu terkabul. Perantaranya Polsek Rancabungur, Polres Bogor.
Melalui program bedah rumah tak layak dalam menyambut HUT Bhayangkara ke 79, rumah Yanti yang ambruk mulai dibangun kembali.
Beberapa waktu lalu, polisi datang ke rumahnya, menyampaikan niatan untuk membantunya membangun rumah miliknya yang ambruk itu.
"Pak polisi datang ke rumah, menyampaikan bahwa rumahnya mau dibangunkan," tutur Yanti.
Kabar itu membuat dirinya tak berhenti mengucap syukur. Saat ini proses pembangunan rumah yang ambruk itu terus berjalan.
"Alhamdulillah, terimakasih sama bapak polisi. Sudah kembali membangun rumah kami," ucap wanita mengenakan hijab itu.
Sementara itu Kapolsek Rancabungur Iptu Azis Hidayat mengatakan, program bedah rumah milik Yanti itu berawal dari adanya laporan anggotanya, ada rumah warga yang ambruk.
"Tinggal di teras sama keluarganya, langsung kami putuskan untuk meringankan bebannya, kami bangun rumahnya," katanya kepada Radar Bogor.
Ia mengatakan remvanya rumah tersebut selesai pada HUT Bhayangkara ke 79. Ia mengatakan untuk mempercepat proses pembangunan rumah warga itu juga bakal dilakukan gotong royong bersama masyarakat Minggu 22 Juni 2025. (faj)
Editor : Yosep Awaludin