RADAR BOGOR – Ratusan warga binaan dari seluruh Indonesia mengikuti kegiatan Perkemahan Satya Darma Bakti Pemasyarakatan yang digelar selama dua hari hingga 25 Juni 2025 mendatang di Lapas Kelas II A Cibinong, Kabupaten Bogor.
Kegiatan yang berlangsung di Lapas Kelas II A Cibinong ini menjadi ruang pembinaan karakter sekaligus sarana menanamkan kembali semangat kepramukaan sebagai bekal saat kembali ke tengah masyarakat.
Mengangkat tema Tangguh dalam Cobaan, Tumbuh dalam Pembinaan perkemahan tahunan ini dibuka langsung Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Republik Indonesia, Agus Andrianto.
Menteri Imipas Agus Andrianto menyebut, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas pembinaan, namun juga momentum refleksi dan penanaman semangat perubahan bagi warga binaan.
“Proses pemasyarakatan bukan hanya menyiapkan mereka menyelesaikan masa pidananya, tapi juga membina mereka untuk tumbuh menjadi pribadi tangguh ketika kembali ke masyarakat,” ujar Agus saat membuka kegiatan.
Ia menegaskan, semangat 10 Dasa Darma Pramuka harus menjadi pedoman utama para pembina dalam mendampingi warga binaan, agar nilai-nilai luhur kepramukaan dapat benar-benar terinternalisasi.
“Kami berharap nilai ini bisa menjadi dasar dalam setiap pembinaan. Karena melalui pendekatan karakter, kita bisa membentuk insan yang tidak hanya bebas secara hukum, tapi juga merdeka secara moral,” ucapnya.
Seleksi peserta perkemahan dilakukan oleh 531 Unit Pelaksana Teknis (UPT) pemasyarakatan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Setiap UPT mengirimkan warga binaan yang dinilai layak dan memenuhi syarat pembinaan.
Tak hanya itu, Agus juga menyinggung soal pemberian reward berupa tambahan remisi bagi warga binaan yang aktif dalam kegiatan positif seperti ini.
Menurutnya, langkah itu sekaligus menjadi bagian dari strategi pengurangan tekanan akibat kondisi over kapasitas lembaga pemasyarakatan.
“Dengan kapasitas ideal 140 ribu orang, kini jumlah warga binaan sudah mencapai 179 ribu. Maka inovasi pembinaan seperti ini sangat penting, untuk mempercepat proses integrasi sosial bagi mereka yang memang telah memenuhi syarat,” tegasnya.
Ia pun menutup sambutan dengan pesan kepada warga binaan untuk memanfaatkan momen ini sebagai langkah awal perubahan.
“Mungkin hasilnya tidak instan, tapi yakinlah kita sedang menanam benih kebaikan. Gunakan waktu ini untuk instrospeksi dan bangkit menjadi pribadi yang lebih baik, yang kelak bisa memberi manfaat di manapun berada,” pungkasnya.(rp1)