Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Siap Turun Gunung, Benahi Kawasan Wisata Puncak Usai Terbongkarnya Kasus Pesta Terlarang

Muhamad Rifki Fauzan • Selasa, 24 Juni 2025 | 18:39 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat hadir di seminar Universitas Pakuan, Kota Bogor, Selasa 24 Juni2025.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat hadir di seminar Universitas Pakuan, Kota Bogor, Selasa 24 Juni2025.

RADAR BOGOR - Praktek pesta terlarang segerombolan orang di Puncak, Kabupaten Bogor, rupanya sampai ke telinga Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi atau KDM pun turut meyoroti aktifitas pesta terlarang sesama jenis tersebut.

Dedi Mulyadi menerangkan kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, sendiri sebenarnya adalah area wisata yang indah. Lengkap dengan pemandangan hijau yang mengelilinginya.

Namun dalam perkembangannya Dedi mengakui kawasan Puncak justru telah keluar dari norma-norma sosial. Berbagai macam aktifitas terlarang kerap dilakukan di Kawasan wista Puncak.

“Iyah dalam perkembangannya, justru pariwisatanya mengarah ke hal-hal yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang kita junjung tinggi,” tegas Dedi.

Oleh karenanya, orang nomor satu di Jawa Barat itu mengaku siap untuk turun gunung membenahi kawasan Puncak. Penataan bakal kembali dilakukan secara bertahap.

“Jadi nanti akan ada sentuhan dari saya, tentu secara bertahap dan pelan-pelan,” terang Dedi Mulyadi saat berkunjung ke Universitas Pakuan Bogor, Selasa 24 Juni 2025.

Dedi menuturkan penataan kawasan Puncak bukan hanya berkaitan soal infrastruktur saja. Melainkan penanaman moral juga tidak boleh dilupakan.

“Tidak hanya secara fisik, tapi juga dari sisi nilai-nilai sosial dan budaya,” beber Dedi saat dikonfirmasi lebih lanjut.

Diinformasikan sebelumnya, pesta terlarang di kawasan Puncak beberapa waktu lalu membuat 30 orang pesertanya dinyatakan reaktif HIV.

Data tersebut dibocorkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor. Ini merupakan hasil dari pemeriksaan atau skrining yang telah mereka lakukan.

“Dari 75 itu yang reaktif (HIV) 30, yang non reaktif 45,” beber Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor Fusia Meidiawaty, Selasa (24/6/2025) sore.

Fusia menjelaskan reaktif sendiri belum bisa dipastikan positif HIV. Selanjutnya mesti ada pemeriksaan lebih intens. Langkah ini akan dilakukan oleh Puskesmas.

Disisi lain, Fusia juga turut membocorkan bahwa warga Kabupaten Bogor turut terlibat dalam pesta terlarang tersebut. Meskipun jumlahnya tidak banyak. Sebab mayoritas berasal dari luar daerah.

“Kurang dari 10 persen (peserta) warga Kabupten Bogor dan bertempat tinggal di Kabupaten Bogor,” terang Fusia saat dikonfirmasi lebih lanjut.

Komunikasi dengan Dinkes di wilayah lain digaransi Fusia bakal terus dilakukan. Ini untuk memastikan keadaan peserta pesta terlarang yang berasal dari wilayah luar Kabupaten Bogor.

“Pastinya kami juga akan melakukan tindakan preventif terhadap kelompok. Kemudian kami akan meningkatkan koordinasi dengan komisi AIDS,” pungkasnya.(rp1)

Photo
Photo
Editor : Alpin.
#dedi mulyadi #gubernur jawa barat #kawasan puncak #pesta terlarang