RADAR BOGOR - BEM Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (UMBARA) menyoroti tingkat kriminalitas yang terus melonjak khususnya di daerah Bogor Barat Kabupaten Bogor.
Pada Minggu 22 Juni 2025 lalu sekitar pukul 21:00 WIB, telah terjadi pembegalan di lingkar Leuwiliang yang membuat korban luka-luka dan harus kehilangan sepeda motornya.
Presiden Mahasiswa BEM UMBARA, Andika Indra Prayitno menyebut, tercatat selama tahun 2024 terdapat 1.717 tindak kriminalitas di Kabupaten Bogor, dengan tingkat penyelesaian kasus hanya 60 persen.
Kenaikan tindak kriminalitas dipastikan meningkatkan pada triwulan I tahun 2025. Hal itu berdasarkan data Polres Bogor per April 2025.
"BEM UMBARA memandang kejadian ini bukan hanya sebatas tindakan kriminal semata, tetapi sebagai cerminan dari lemahnya perlindungan terhadap masyarakat sipil, khususnya bagi mereka yang setiap hari beraktivitas hingga larut malam tanpa ada jaminan keamanan yang memadai," ujarnya, Selasa 24 Juni 2025.
Menurut Andika, keamanan dan kenyamanan masyarakat adalah tanggung jawab dari pihak kepolisian.
Hal tersebut dipertegas dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 yang menjelaskan tentang tugas kepolisian adalah memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Namun hingga hari ini, kami mendapati bahwa kurangnya patroli rutin yang dilakukan oleh pihak kepolisian Kabupaten Bogor, terutama di wilayah rawan kejahatan, sepi dan terpencil, sehingga kejahatan sering sekali terjadi pada setiap bulannya," bebernya.
Menyikapi hal tersebut, lanjut Andika, BEM UMBARA menyampaikan sejumlah pernyataan sikap di antaranya, mendesak Polres Bogor untuk meningkatkan pengawasan dan patroli rutin di wilayah rawan kejahatan, terutama di jalur-jalur sepi dan terpencil.
Kemudian mendesak Polres Bogor untuk cepat tanggap dalam menangani kasus-kasus kriminalitas yang terjadi di wilayah Bogor Barat.
"Kami menuntut penegakan hukum yang tegas, serta memastikan bahwa pelaku dijatuhi hukuman maksimal sesuai dengan pasal yang berlaku demi memberikan efek jera dan memenuhi rasa keadilan bagi keluarga korban dan masyarakat," tandasnya.(cok)
Editor : Alpin.