RADAR BOGOR - Permainan tradisional layang-layang kembali menjadi tren di tengah gempuran digitalisasi dan kemajuan teknologi.
Lembaran kertas yang dibingkai kemudian diterbangkan menggunakan benang masih bisa memberikan hiburan bagi usia anak-anak hingga dewasa.
Kembalinya tren layangan ini menuai respon positif dari Perkumpulan Pelayang Seluruh Indonesia (Pelangi) Kabupaten Bogor.
Induk organisasi olahraga rekreasi di bawah Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) ini melihat permainan layang-layang akan terus bertahan meski jaman telah berubah.
Baca Juga: Bikin Bangga! Dua Atlet Putri Kota Bogor Raih Medali Emas Kejurnas Ski Air
"Dari tren ini, diharapkan agar anak-anak itu kembali seperti dulu seperti bermain layangan, karena bermain layangan ini merupakan salah satu olahraga tradisional," ungkap Ketua Pelangi Kabupaten Bogor, Siti Mahnin kepada Radar Bogor, Selasa 1 Juli 2025.
Apalagi, kata dia, dalam waktu dekat akan berlangsung Festival Olahraga Masyarakat Nasional atau FORNAS 2025 di NTB pada 26 Juli hingga 1 Agustus mendatang.
Salah satunya perlombangan kreasi layangan yang diikuti oleh peserta di seluruh Indonesia.
Di Kabupaten Bogor sendiri, pihaknya juga akan menyelenggarakan berbagai event layang-layang untuk menarik minat masyarakat.
"Perlombaan baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten, kami sediakan hadiah agar masyarakat semangat untuk bermain layangan," beber Mahnin.
Terlepas dari itu semua, lanjut Mahnin, tujuan utama dari menggelorakan permainan layang-layang ini tidak lain untuk membatasi anak-anak dari penggunaan gadget dan media sosial.
Terlebih, banyak dampak negatif dari media sosial yang sering kali terjadi pada anak-anak.
"Kemudian para orang tua juga diharapkan mendukung anaknya dalam bermain permainan tradisional seperti layangan. Apalagi kalau bisa menjadi atlet layangan dan mendapat prestasi," pungkasnya.(cok)