Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pekerja dan Buruh di Bogor Dibidik Program FLPP, Warga dengan Penghasilan Dibawah Rp5 Juta Bisa Punya Rumah

Muhamad Rifki Fauzan • Rabu, 2 Juli 2025 | 17:01 WIB
Sosialisasi FLPP di Kantor Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bogor, Cibinong, Jawa Barat, Rabu 2 Juli 2025.
Sosialisasi FLPP di Kantor Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bogor, Cibinong, Jawa Barat, Rabu 2 Juli 2025.

RADAR BOGOR - Program subsidi rumah melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kembali digencarkan di Kabupaten Bogor.

Bertempat di Aula Dinas Ketenagakerjaan, sosialisasi dilakukan kepada puluhan perusahaan, Rabu 2 Juli 2025.

FLPP menjadi program utama karena menyasar segmen pekerja non-ASN yang belum memiliki hunian.

BP Tapera menyebut program ini diarahkan khusus untuk buruh dan tenaga kerja informal.

“Yang ditawarkan hanya FLPP karena kami fokus ke seluruh segmentasi pekerja buruh dan tenaga kerja,” ujar Kepala Sub Divisi Pemasaran BP Tapera, Ikhsan Damalik.

Menurutnya, program ini bagian dari alokasi yang sudah dibagi oleh Menteri PUPR ke berbagai segmen. Salah satunya adalah untuk tenaga kerja dan buruh.

“Target kami tahun 2025 sebesar 30 ribu unit. Maka dari itu BP Tapera akan bekerja secara masif untuk mensosialisasikan program rumah subsidi ini,” katanya.

Ia menyebut sejauh ini realisasi FLPP secara nasional telah menembus 120 ribu unit hingga akhir Juni 2025.

Kabupaten Bogor sendiri disebut Ikhsan menjadi salah satu wilayah yang paling banyak dibidik untuk realisasi program tersebut.

“Jumlah unit sangat banyak. Bisa dicek di SiKumbang, secara keseluruhan rumah subsidi ini ada 700 ribu unit,” ungkapnya.

Beberapa perumahan yang masuk daftar pengembang antara lain Pesona Kahuripan, Majaya Residence, dan Sukma Indah Residence.

Setiap unit memiliki tipe berbeda dengan batas maksimal tanah 60 meter dan bangunan 30 meter. “Ini kesempatan emas karena harga rumah Rp185 juta,” ucap Ikhsan.

Kelebihan FLPP lainnya adalah bisa diakses oleh semua pekerja tanpa batas minimal penghasilan.

Bahkan pengemudi ojol, wartawan, hingga nakes pun bisa ikut program ini.

“FLPP semua bisa. Selama dia punya penghasilan, tidak ada batas minimal,” jelasnya.

Pemerintah juga menawarkan promo menarik berupa DP mulai satu persen dari harga rumah.

Cicilan rumah bahkan bisa dicicil hingga jangka waktu 20 tahun. “Pemerintah percaya dengan program FLPP ini,” kata Ikhsan.

Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bogor, Nana Mulyana menyebut sosialisasi ini sebagai bagian dari program nasional.

Dia menjelaksan langkah ini mendukung misi 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah pusat.

“Ini adalah kesempatan luar biasa. Dengan harga Rp185 juta bisa memiliki tipe rumah 30 dengan berbagai macam kemudahan,” ujarnya.

Ia menambahkan, program ini sangat cocok bagi para buruh dan pekerja yang penghasilannya tidak terlalu tinggi.

Batas maksimal penghasilan pun ditetapkan sampai Rp14 juta. “Tidak ada batas minimal. Mau lima juta atau satu juta tetap bisa,” jelasnya.

Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh 50 perusahaan dari berbagai sektor. Para HRD pun disebut sangat antusias mengikuti materi dari BP Tapera.

“Alhamdulillah para HRD juga sangat antusias. Bahkan materi sudah di-scan barcode agar bisa disebarluaskan,” katanya.

Pihak Disnaker memastikan bahwa informasi FLPP ini akan terus diperluas ke lebih banyak perusahaan.

Salah satunya dengan membagikan materi ke grup Apindo dan HRD lainnya.

“Materi akan kami sampaikan di grup Apindo agar disebarkan ke perusahaan lain yang tidak hadir,” katanya.

Terkait jumlah pekerja yang belum memiliki rumah, Disnaker mengaku belum memiliki data pasti.

Namun dari pengamatan lapangan, jumlahnya disebut sangat besar.

“Kalau angka pasti tidak ada. Tapi kalau dibilang banyak, memang banyak,” pungkasnya.(rp1)

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Playstore Lombok Post
Playstore Lombok Post
Editor : Alpin.
#flpp #bp tapera #kabupaten bogor #program subsidi rumah