RADAR BOGOR - Kesuksesan evakuasi jasad WNA Brasil, Juliana Marins, dari jurang di Gunung Rinjani tak lepas dari peran aktif Satuan Udara Pencarian dan Pertolongan (Satud PP) Pangkalan TNI Angkatan Udara Lanud ATS.
Satuan Udara yang bermarkas di Lanud ATS Bogor ini menerjunkan kru dan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista)-nya dalam misi pencarian dan evakuasi tersebut.
Meski terbilang satuan baru, Satud Pencarian dan Pertolongan Lanud ATS dipercaya mengemban tugas vital dalam operasi penyelamatan.
Komandan Satud Pencarian dan Pertolongan Lanud ATS, Letnan Kolonel Penerbang (Letkol Pnb) Resque Pambudi, S.M., MPMDS menjelaskan bahwa tugas utama satuan ini adalah menyelenggarakan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) serta menyiapkan alutsista dalam mendukung misi tersebut.
Selain itu, Satud PP juga memiliki peran strategis dalam membina kemampuan dan profesionalisme sumber daya manusia (SDM) yang terlibat dalam setiap operasi SAR.
“Satuan kami memiliki dua jenis pesawat, yakni AW-139 Agustawestland dan AS-365 N3+ Dauphin. Keduanya mampu melaksanakan misi evakuasi medis udara karena telah dilengkapi ambulans udara, mini ICU, serta berbagai keunggulan lainnya,” ungkap Resque kepada Radar Bogor, Rabu 2 Juli 2025.
Tak hanya mengandalkan kekuatan alutsista, Satud PP Lanud ATS juga didukung dokter penerbangan dan kru profesional yang kompeten di bidang pencarian dan pertolongan.
Dalam pelaksanaan tugasnya, Satud PP kerap berkolaborasi dengan satuan lain demi efektivitas misi.
“Selain evakuasi WNA Brasil, kami juga terlibat dalam penyelamatan nelayan yang sempat terdampar di perairan Sukabumi beberapa waktu lalu,” tambah Resque.(fat)
Editor : Yosep Awaludin