RADAR BOGOR - Genangan air di Simpang Taman Safari Indonesia (TSI), Jalan Raya Puncak KM 83, Kabupaten Bogor belum juga ditangani Kementerian PUPR.
Lantaran tidak kunjung diperbaiki, Pemerintah Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua pun berinisiatif membuat sodetan tambahan untuk meminimalisir munculnya genangan air di Simpang TSI Puncak itu.
Sodetan air sepanjang 12 meter dibuat secara swadaya masyarakat untuk memecah air yang selama ini tersendat dan meluap ke badan Jalan Raya Puncak.
"Kami berinisiatif membelah saluran air menjadi dua agar mengurangi volume air ke jalan utama. Sehingga diharapkan genangan air itu berkurang," ungkap Pj Kepala Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua, Dedy Mulyadi, Kamis 3 Juli 2025.
Selama ini, kata dia, genangan air yang membanjiri Simpang TSI disebabkan oleh pondasi yang berada di dalam saluran drainase.
Pondasi yang berada di bawah badan jalan itu dibuat untuk mencegah banjir yang kala itu sering terjadi di wilayah Kelurahan Cisarua.
"Tapi setelah ada pondasi itu, ternyata banjirnya berpindah ke wilayah kami. Karena selain menyempit, saluran air itu juga sering dipenuhi sampah sehingga air meluap dan tergenang di badan jalan," beber Dedy.
Pihaknya pun kesal lantaran kondisi itu sudah terjadi cukup lama dan tidak ditangani secara serius oleh pihak terkait dalam hal ini Kementerian PUPR.
Sebab, pemerintah pusat lah yang berwenang untuk menangani masalah genangan air tersebut.
"Apalagi itu membutuhkan alat berat untuk merapihkan saluran drainase dengan membongkar sebagian badan jalan," tandasnya.
Sebelumnya, genangan air di Jalan Raya Puncak KM 83, Simpang TSI, Cisarua dikeluhkan warga dan pengguna jalan.
Pasalnya, selain menghambat arus kendaraan, genangan air itu juga menimbulkan bau tidak sedap.
"Padahal ini jalan utama Puncak, seharusnya pemerintah bergerak cepat menangani ini. Karena ini sudah terlalu lama dibiarkan," keluh Angga, warga Cisarua. (cok)
Editor : Yosep Awaludin