RADAR BOGOR - PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PMLI) menyelenggarakan program pelatihan Pastry Preneur untuk warga Desa Pandansari, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.
Selain mendukung program TJSL, PMLI yang merupakan anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo itu juga mendorong pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Berlokasi di Lantai 2 Resto Pelindo Residence, program ini diikuti sebanyak 18 orang peserta perwakilan Karang Taruna dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang tinggal di lingkungan RW 08 Desa Pandansari.
Program TJSL PMLI ini sekaligus menjadi rangkaian menyambut HUT ke-12 PMLI yang jatuh pada tanggal 10 Juli 2025.
Senior Manager Corporate Secretary PT PMLI, Wuri Hendrayani mengungkapkan, manajemen PMLI berkomitmen mewujudkan kepedulian kepada masyarakat sekitar lokasi beroperasinya perusahaan melalui program Pastrypreneur.
"Kami melihat para peserta sangat antusias mengikuti program Pastrypreneur ini. Harapannya, PMLI dapat mendorong peserta agar terpacu untuk membuka peluang usaha sehingga dapat meningkatkan perekonomian keluarga di wilayah RW 08 ini," ungkapnya dalam kegiatan tersebut, Kamis (3/7).
Menurut Wuri, program Pastrypreneur selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs (Sustainable Development Goals).
Sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045 yang mencakup tanpa kemiskinan, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab serta kemitraan untuk mencapai tujuan.
Ia berharap, program ini dapat memberikan nilai tambah bagi para peserta dalam rangka terciptanya sinergi yang baik, maju dan tumbuh bersama.
Untuk diketahui, program pelatihan Pastrypreneur telah berlangsung sejak tahun 2024 yang ditandai dengan dimulainya pembinaan berupa pelatihan membuat aneka olahan kue.
Selanjutnya pada November 2024, dilakukan kegiatan lanjutan berupa pembekalan materi marketing untuk peserta Pastrypreneur sekaligus sebagai bagian dari monitoring dan evaluasi peserta pascapelatihan.
Tepat hampir satu tahun pelaksanaan program Pastrypreneur ini, para peserta akhirnya sampai di tahap ujian dengan meninjau kemampuan peserta.
Bertema "Master of Pastry" yang masih merupakan serangkaian program kelanjutan Pastrypreneur ini, para peserta menunjukkan kemampuannya dalam membuat kue dengan alat dan bahan yang telah disediakan.
Melalui pelatihan ini, sambung Wuri, para peserta diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keahlian dalam pembuatan pastry sebagai bekal dalam menciptakan usaha sampingan yang dapat memberikan tambahan pendapatan.
"Kita tahu area ini merupakan lokasi strategis sebagai akses jalan berwisata ke Puncak sehingga memiliki banyak kesempatan dan peluang wirausaha," pungkasnya.(cok)
Editor : Alpin.