Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kondisi Terkini Kampung Rawasedek Megamendung Bogor Pasca Diterjang Banjir, Pemukiman Warga Masih Dikepung Air

Muhamad Rifki Fauzan • Minggu, 6 Juli 2025 | 15:55 WIB
Kondisi rumah warga di Kampung Rawasedek Megamendung yang masih terendam banjir.
Kondisi rumah warga di Kampung Rawasedek Megamendung yang masih terendam banjir.

RADAR BOGOR - Hujan deras yang mengguyur kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, pada Sabtu 5 Juli 2025 sore mengakibatkan Kampung Rawasedek Megamendung, terendam banjir.

Hingga Minggu 6 Juli 2025 siang, genangan air masih mengepung pemukiman warga di Megamendung. Total ada 13 rumah yang terdampak dari pristiwa banjir kemarin.

Sejumlah warga di Megamendung terlihat masih sibuk membersihkan sisa lumpur yang terbawa air ke dalam rumah mereka. Barang-barang seperti kasur, karpet, dan lemari tampak pula diangkut.

Warga terus berjibaku untuk mengembalikan kondisi lingkungan seperti semula. Orang tua hingga anak-anak pun turut andil untuk melakukan aktifitas serupa.

Salah satu warga, Iki (26), menceritakan detik-detik terjadinya bencana yang membuat dirinya dan warga lainnya merasa panik. Kehilangan banyak barang berharga jadi hal yang ditakutinya.

Menurut Rifki, hujan deras mulai turun sejak sore hari dan tak kunjung reda. Sekitar pukul 17.30 WIB, warga dikejutkan dengan suara gemuruh keras dari arah belakang rumah.

“Ternyata suara longsoran tanah, nggak lama air langsung naik ke dalam rumah,” kata dia pada Minggu, 6 Juli 2025.

Kondisi makin memburuk ketika saluran air yang biasanya mengalir lancar, justru tertutup longsoran. Air sungai yang meluap pun mencari jalan dan menerobos ke rumah-rumah warga.

“Airnya langsung besar, deras banget. Gara-gara saluran air ketutup longsoran, airnya nyari jalan ke depan, masuk ke rumah-rumah warga,” kata dia.

Ia menjelaskan, sebelum longsor terjadi, tanah di belakang rumahnya berupa gundukan kosong dengan kemiringan curam.

Meski ada beberapa pohon kelapa dan tanaman liar, area tersebut tidak cukup kuat menahan derasnya air hujan.

“Tinggi tanahnya itu bisa lebih dari 15 meter, dan longsorannya sekitar 8-9 meter,” beber nya.

Akibat kejadian ini, aktivitas warga lumpuh total. Banyak peralatan dapur, pakaian, bahkan kendaraan warga terendam dan hanyut terbawa arus.

Meski beberapa motor berhasil dievakuasi oleh warga secara gotong-royong, kerusakan tetap tak bisa dihindari.

“Kami berharap segera ada penanganan. Saluran air harus cepat-cepat dibersihkan biar air bisa ngalir normal lagi. Kalau belum lancar kita susah buat bebenah, karena masih bercampur dengan air,” pungkasnya

Seperti diinformasikan sebelumnya, insiden banjir di Kampung Rawasedek Megamendung itu bukan hanya berdampak pada kerugian materil.

Melainkan merenggut jiwa. Salah saeorang santri yang tengah mengenyam pendidikan di wilayah tersebut tewas akibat tertimbun longsor. (rp1)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #megamendung #banjir