RADAR BOGOR – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengunjungi Pondok Pesantren Al Barosi di Kampung Rawasedek, Megamendung, Kabupaten Bogor, untuk meninjau keadaan ponpes pascalongsor yang menewaskan satu orang santri.
Pimpinan pondok pesantren, Acep, menceritakan kondisi pesantren pascalongsor kepada Dedi Mulyadi. Ia menyampaikan bahwa kondisi pesantren baik-baik saja, namun perabotan di dalamnya mengalami kerusakan.
Sebagai bentuk kepeduliannya, Dedi Mulyadi memberikan bantuan senilai Rp10 juta untuk mengganti perabotan yang rusak, terutama kasur yang digunakan santri untuk tidur.
“Ya sudah, kalau untuk mengganti kasur itu urusan gampang. Saya kirim Rp10 juta ya!” kata Dedi Mulyadi.
Bantuan tersebut pun disambut dengan meriah dan ucapan terima kasih oleh para warga yang berada di lokasi.
“Alhamdulillah, hatur nuhun, Pak,” ujar Acep dan para warga kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Baca Juga: Akibat Cuaca Ekstrim, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah di Depok
Kemudian, Acep mengatakan bahwa sisa uang untuk membeli kasur akan dialihkan guna membeli Al-Qur’an dan keperluan mengaji para santri.
Namun, Dedi Mulyadi malah memberikan bantuan tambahan senilai Rp20 juta untuk keperluan mengaji para santri.
“Begini saja, saya kirimkan Rp20 juta untuk keperluan mengaji anak-anak, ditambah Rp10 juta untuk tadi membeli kasur,” jelas mantan anggota DPR periode 2019–2024 itu kepada pimpinan pondok pesantren.
Tak hanya memperbaiki fasilitas pondok pesantren yang rusak, Dedi Mulyadi juga mendengarkan cerita beberapa warga yang mengeluhkan rumah mereka yang mengalami kerusakan.
“Jadi, alhamdulillah, Pak, rumah saya tidak terdampak longsor. Tapi, ada rumah di belakang saya yang terancam longsor,” curhat seorang warga bernama Cucun kepada Dedi Mulyadi.
“Saya takut kalau misalkan ada hujan besar, rumah saya terdampak,” sambungnya.
Dedi Mulyadi pun menyarankan relokasi untuk dua rumah yang terancam longsor dan menanyakan kesediaan Cucun untuk direlokasi ke tempat yang lebih aman.
“Ibu bersedia nggak kalau rumahnya direlokasi ke tempat yang lebih aman? Karena kan tidak mungkin kita gusur tanahnya,” tanya Dedi Mulyadi.
“Insyaallah bersedia,” ujar Cucun.
Baca Juga: Persempit Ruang Gerak Kejahatan Lewat Lomba Satkamling Polres Metro Depok, Tiga Polsek Ini Jawaranya
Kemudian, salah satu warga lainnya juga bercerita tentang rumahnya yang mengalami kehancuran. Dedi Mulyadi pun akan memberikan bantuan senilai Rp40 juta kepada warga yang rumahnya terdampak.
Tak hanya itu, ia juga meminta data warga yang rumahnya terdampak longsor agar bantuan dapat disalurkan.
Dedi Mulyadi memastikan bahwa bantuan untuk perbaikan rumah warga akan disalurkan pada tanggal 9 atau 10 Juli mendatang.
“Yang rumahnya longsor tolong dicatat. Ada berapa KTP? Insyaallah, mungkin hari Rabu atau Kamis nanti bantuannya akan datang,” pungkas Dedi Mulyadi pada warga setempat.***
Editor : Eli Kustiyawati