Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Momen Gubernur Jawa Barat Bikin Kaget Warga di Lokasi Longsor Megamendung Bogor, Dedi Mulyadi: Teu Kudu Bebeja, Ari Rakyat Meunang Musibah Kudu Datang

Eka Rahmawati • Rabu, 9 Juli 2025 | 05:00 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menyambangi lokasi longsor di Megamendung, Kabupaten Bogor, dalam peristiwa itu seorang santri meninggal.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menyambangi lokasi longsor di Megamendung, Kabupaten Bogor, dalam peristiwa itu seorang santri meninggal.

RADAR BOGOR - Kehadiran Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di lokasi longsor di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Senin, 7 Juli 2025 mengejutkan warga sekitar.

Di bawah guyuran hujan, Dedi Mulyadi tiba pada malam hari dan berbincang dengan sejumlah warga pasca bencana yang mengakibatkan seorang santri meninggal dunia dalam peristiwa longsor yang terjadi Sabtu, 5 Juli 2025 malam lalu.

Longsor terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor khususnya kawasan Puncak saat hujan deras mengguyur. Salah satu titiknya Kampung Rawasedek, Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor yang mengakibatkan seorang santri bernama Muhammad Resa warga Cianjur meninggal dunia.

Dedi Mulyadi datang ke lokasi dan kehadirannya membuat warga terkejut sekaligus senang saat sang kepala daerah di Provinsi Jawa Barat itu datang.  

Setibanya di lokasi Dedi berbincang dengan sejumlah warga termasuk dengan Cecep selaku Pimpinan Pesantren Al Barokah di kampung tersebut.

Cecep mengaku terkejut dan tak bermimpi bisa bertemu Dedi Mulyadi. 

"Teu kudu bebeja ari rakyat menang musibahnya kudu datang teu kudu bebeja heula datang mah (Tidak usah bilang-bilang kalau rakyat terkena musibah harus datang tidak perlu memberi tahu dulu untuk datang)," ucap gubernur Jawa Barat dalam video yang dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.

"Pan ari datang pejabat mah kudu penyambutan (Kan kalau datang pejabat harus penyambutan)," ujar Cecep kepada sang kepala daerah.

"Teu kudu make penyambutan (Tidak usah pakai penyambutan)," kata Dedi Mulyadi. 

Cecep lantas memuji Dedi Mulyadi sebagai sosok yang baik.

"Baguer (baik)," celetuk Cecep.

"Bageur ti mana? Pura-pura bageur weh (baik dari mana? pura-pura baik saja)," jawab Dedi Mulyadi disambut warga sekitar yang kemudian berebut foto bersama kepala daerah di Tanah Pasundan itu.

Pada kesempatan tersebut Dedi Mulyadi menyerahkan bantuan uang Rp20 juta untuk keperluan membeli perlengkapan yang terdampak longsor seperti kasur yang tidak bisa digunakan hingga Al-Qur'an yang digunakan santri mengaji.

Selain itu Dedi juga mempertanyakan rumah yang berada di dataran tinggi tetapi bisa diterjang banjir. 

"Iya teh imah di gunung banjir kumaha caritana?" tanya Dedi Mulyadi yang artinya ini rumah di gunung banjir bagaimana ceritanya.

Baca Juga: Bupati Bogor Diminta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Jangan Ragu Lebarkan Sungai dan Keruk Sungai Pasca Banjir dan Longsor

Salah satu warga lalu menjelaskan bahwa banjir yang dialami warga bukanlah terendam melainkan aliran air yang berbelok ke pemukiman warga.

"Aliran sungai longsor, air ka mana mana kitu pak (aliran sungai longsor air ke mana mana begitu pak)," kata warga.

Dedi lalu menyimpulkan bahwa bukan terendam banjir melainkan sebenarnya aliran air yang belok hingga mengenai pemukiman warga.

 

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #bogor #longsor #megamendung #gubernur jawa barat