RADAR BOGOR – Sekolah Rakyat akan dibuka secara serentak oleh Kementerian Sosial di 100 titik seluruh Indonesia pada 14 Juli 2025. Agenda pertama sebelum pembelajaran efektif adalah pemeriksaan kesehatan.
Di Kabupaten Bogor, Sekolah Rakyat akan dibuka di dua lokasi, yakni Sentra Galih Pakuan, Ciseeng, yang akan menampung 60 siswa, dan Interns Suweno, Karadenan, Cibinong, yang akan menampung 15 siswa.
Selain itu, Pemkab Bogor juga berencana membuka Sekolah Rakyat di dua lokasi lain, yakni Jasinga—yang saat ini tengah berada dalam tahap pematangan—dan Cariu, yang masih dalam proses pengajuan.
“Mudah-mudahan duanya bisa berjalan,” ucap Bupati Bogor, Rudy Susmanto, sebagaimana dikutip dari kanal Instagram layanan aduan masyarakat Bogor, @kutaudayawangsa.
Sekolah Rakyat merupakan sebuah program pendidikan yang diinisiasi oleh Kemensos dengan tujuan menampung anak-anak dari keluarga miskin yang putus sekolah karena hambatan ekonomi, domisili yang jauh, dan hambatan administrasi.
Hal yang membedakan antara Sekolah Rakyat dengan sekolah formal pada umumnya adalah sistem pembelajaran yang jauh lebih fleksibel.
Sekolah Rakyat tidak hanya mengajarkan kemampuan akademis, tetapi juga kepemimpinan, karakter, nasionalisme, life skill, hingga kedisiplinan.
Sekolah Rakyat juga menganut prinsip multi-entry dan multi-exit, di mana siswa bisa mulai masuk sekolah sesuai dengan kesiapannya dan kenaikan kelas ditentukan berdasarkan perkembangan individu masing-masing anak.
Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bogor sendiri merupakan bentuk komitmen Pemkab Bogor dalam mendukung program pemerintah untuk memasok kebutuhan pendidikan bagi anak-anak yang berasal dari masyarakat kurang mampu.***
Editor : Eli Kustiyawati