RADAR BOGOR - Barisan pohon trembesi yang selama ini menaungi Jalan Bambu Kuning, Cibinong, Bogor satu per satu mulai dibabat.
Keberadaan pohon trembesi yang besar nan rindang itu, sebelumnya menjadi ciri khas kawasan, karena membentuk kanopi alami yang meneduhkan jalan.
Kini, suasana di sepanjang jalur itu berubah drastis. Tanpa naungan pohon trembesi, jalur yang dulunya sejuk kini terasa panas dan gersang, apalagi di siang hari.
Sejumlah warga pun menyayangkan pembabatan tersebut karena merasa kehilangan salah satu keunikan Jalan Bambu Kuning.
Alasan Pemangkasan Pohon
Namun di balik kontroversi itu, pembabatan pohon trembesi rupanya dilakukan bukan tanpa alasan.
Pemkab Bogor melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) menyebut langkah itu merupakan bagian dari penataan untuk mengantisipasi risiko bahaya dari pohon yang terlalu tua dan rimbun.
"Betul, itu sedang kita lakukan penataan," kata Plt Kepala DPKPP Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto, kepada Radar Bogor, Rabu 9 Juli 2025.
Menurut dia, pemangkasan dilakukan karena kondisi pohon dinilai terlalu rimbun dan berisiko tumbang di tengah cuaca ekstrem. Apalagi belakangan hujan deras kerap terjadi dan membahayakan pengendara.
"Kalau yang masih bagus nanti tumbuh batang baru. Kalau yang sudah mati akan kita perbarui pohonnya," tambah Eko.
Penataan tersebut direncanakan akan menyeluruh di sepanjang jalan. Seluruh pohon trembesi akan dikaji ulang, apakah cukup dipangkas atau perlu diganti dengan bibit baru.
Eko memastikan proses penataan tidak akan menghilangkan fungsi estetika dan keteduhan kawasan.
Pohon-pohon yang muda justru diharapkan bisa lebih kokoh dan tetap memberi manfaat bagi lingkungan.
"Insya Allah tidak lama nanti akan langsung tumbuh batang baru. Apalagi sekarang musim hujan, jadi lebih cepat tumbuh," pungkasnya. (rp1)
Editor : Yosep Awaludin