RADAR BOGOR - Pembangunan Flyover dan jembatan penyeberangan orang (JPO) Tenjo, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, akhirnya telah rampung.
Setelah diuji coba dan dinyatakan layak, JPO Tenjo sebagai kedua sarana perkotaan itu akan segera diiresmikan dan dapat dimanfaatkan masyarakat.
Camat Tenjo, Yudhi Utomo mengatakan, Flyover dan JPO Tenjo dibangun sebagai solusi mengatasi kemacetan di sekitar Stasiun KA Tenjo.
"Sudah hampir 8 tahun dibahas, namun belum terlaksana. Dan akhirnya baru mulai dibangun di tahun 2023 berdasarkan MoU dan SPK antara Pemkab Bogor dengan PT Mitra Abadi Utama (MAU) Kota Podomoro Tenjo," ujarnya kepada Radar Bogor, Kamis 10 Juli 2025.
Menurut Yudhi, penyediaan lahan dan pembangunan kedua sarana tersebut bersumber dari dana TJSL PT MAU.
Tanpa menggunakan APBN atau APBD dan dilaksanakan dengan dasar kerja sama dalam rangka Percepatan Pembangunan Wilayah Perkotaan untuk Sarana Kepentingan Umum.
Per Juni 2025 kemarin, pekerjaan pembangunanya telah dinyatakan selesai dan sudah ditempuh Uji Kelayakan dan Proses Sertifikat Laik Fungsi (SLF).
"Apabila selesai SLF, maka tinggal menunggu jadwal peresmian," terang Yudhi.
Camat Tenjo itu berharap, Flyover dan JPO Tenjo dapat berfungsi dengan baik dan tentunya dapat segera mengatasi kemacetan.
Meski demikian, ia menyebut masih perlunya kebijakan pembatasan tonase kendaraan yang akan melintas di Flyove Tenjo.
"Kemudian masih perlu kerja sama dengan pihak ketiga untuk penataan lalulintas, taman, PKL, parkir liar di bawah flyover sehingga tidak semrawut," imbuhnya.
Sementara itu, Project Manager PT Mitra Abadi Utama (MAU), Husein mengatakan, saat ini proses pembangunan flyover dan JPO sudah memasuki tahap penyelesaian akhir.
"Untuk saat ini sudah di 96 persen, tinggal finishing. Bulan ini mungkin sudah bisa dioperasikan," katanya.
Lebih lanjut Husein menjelaskan, kriteria kendaraan muatan yang dapat melintasi flyover Tenjo sepanjang 1.3 KM tersebut yakni 8 ton dengan tinggi maksimal 2,4 meter.
Sementara Flyover Tenjo juga telah dilakukan uji coba menggunakan truk bermuatan. Menurutnya, hasl uji coba itu menunjukkan kelayakan penggunaan.
"Sudah diuji coba memakai 6 tronton dengan muatan total beban 150 ton," bebernya.
Kendati begitu, pihaknya masih menunggu instruksi lebih lanjut terkait peresmian dan pengoperasian Flyover Tenjo.(cok)
Editor : Alpin.