RADAR BOGOR - Acara sapa warga Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi di Lapangan Macesa, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, tercoreng dengan banyaknya kasus kehilangan barang milik warga.
Selepas acara usai yang dihadiri Dedi Mulyadi, sejumlah warga mengaku kehilangan barang berharga kepada para panitia.
Barang milik warga yang hilang mulai dari handphone, motor, hingga dompet saat menghadiri acara Dedi Mulyadi.
Bahkan ada dua orang ibu-ibu yang mengaku kehilangan anak balitanya meski tidak lama kemudian ditemukan.
Irmayati, warga Desa Pingku mengaku kehilangan handphonenya dari dalam tas saat menyaksikan acara KDM tersebut.
"Saya lagi merekam video pakai HP suami, pas saya lihat tas sudah terbuka dan HP saya sudah tidak ada," akunya kepada Radar Bogor, Sabtu 12 Juli 2025.
Ayu, warga lainnya mengaku kehilangan kendaraan motor maticnya yang terparkir tidak jauh dari lokasi acara.
"Motor saya hilang, terus ada juga motor orang lain yang hilang di samping motor saya," bebernya.
Dari pantauan, acara yang bertema "Abdi Nagri Nganjang Ka Warga" itu mulanya berlangsung tertib.
Warga yang menyaksikan dari depan panggung kompak duduk seraya menikmati pertunjukan yang disajikan.
Keadaan berubah setelah sang gubernur hendak pulang dan berjalan menuju mobilnya.
Ribuan warga langsung berlomba-lomba mendekati Dedi Mulyadi untuk bersalaman hingga berswafoto.
Sontak, aksi saling dorong pun tidak terelakan. Di momen itu lah banyak dari warga yang mengaku kehilangan barang berharganya.
Kemudian salah seorang panita dari atas panggung mengumumkan laporan-laporan kehilangan yang dialami warga tersebut.
"Ada laporan kehilangan anak usia 5 tahun namanya Arhan, anaknya pakai baju abu-abu," kata panitia itu.(cok)