RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendatangi lokasi bencana longsor yang terjadi di Desa Tugu Utara Kecamatan Cisarua Bogor.
Selain melihat lokasi bencana, Dedi Mulyadi juga berniat mendatangi Kepala Desa Tugu Utara Cisarua Bogor, Asep Mamun Nawawi.
Sayangnya, Gubernur Jawa Barat belum bisa bertemu dengan Asep Ma'mun Nawawi, karena Kades Tugu Utara tersebut tidak ada di tempat.
Lantas, siapakah Asep Ma'mun Nawawi? Kades Bogor yang ingin ditemui Dedi Mulyadi.
Dilansir dari berbagai sumber, Asep merupakan sosok Kepala Desa yang aktif dalam infrastruktur pembangunan.
Disebutkan, di bawah kepemimpinan pria berkaca mata ini, infrastruktur Desa Tugu Utara maju seperti pembangunan jalan dan rumah tidak layak huni.
Salah satunya, proyek betonisasi di Kampung Pondok Rawa, Desa Tugu Utara, yang memiliki panjang 140 meter, lebar 4 meter, dan ketebalan 0,10 meter.
Pemerintah Desa Tugu Utara juga aktif melakukan pemberdayaan sumber daya manusia dengan menyediakan fasilitas pendidikan kesehatan dan pembinaan berbagai kegiatan UMKM serta pemberdayaan ketahanan pangan.
Tidak hanya itu, di bawah kepemimpinan kades yang kerap disapa Bije ini, Desa Tugu Utara telah menunjukkan eksistensinya sebagai desa ternama dan terus berinovasi.
Desa Tugu Utara melakukan banyak kerjasama dalam berbagai bidang dan juga mendapatkan banyak prestasi seperti juara lomba wisata desa dan Anugerah Desa Mandiri dari Kementerian Desa.
Asep Mamun Nawawi yang mengenakan kacamata ini juga dikenal aktif menyuarakan sejumlah kepentingan.
Salah satunya, soal Perbup Nomor 60 Tahun 2024 tentang Desa Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Asep Mamun Nawawi meminta agar peraturan bupati tersebut dievaluasi ulang atau data DTKS diperbaharui.
Kades Tugu Utara Cisarua Bogor disebut Dedi Mulyadi, saat ingin meninjau kondisi bencana longsor yang terjadi di kawasan Puncak beberapa waktu lalu.
Gubernur Jawa Barat juga menyebutkan, akan mengirim surat ke Bupati Bogor Rudy Susmanto usai mendatangi rumah Kades Tugu Utara.
"Nanti saya kasih surat ke bupatinya," tandas Dedi Mulyadi.
Editor : Siti Dewi Yanti