Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

KREASIKU, Pengelolaan Sampah Kreatif Berkelanjutan dari Mahasiswa KKN IPB University untuk Anak-anak SD Cikamarang Bogor

Yosep Awaludin • Sabtu, 19 Juli 2025 | 20:58 WIB
Kegiatan pengabdian masyarakat Mahasiswa KKN IPB University di SDN Cikamarang, Kabupaten Bogor.
Kegiatan pengabdian masyarakat Mahasiswa KKN IPB University di SDN Cikamarang, Kabupaten Bogor.

RADAR BOGOR — Mahasiswa KKNT-Inovasi Kelompok BOGORKAB41 IPB University melaksanakan program pengabdian masyarakat bertajuk KREASIKU (Kreativitas Anak dengan Sampah Edukatif dan Berkelanjutan) di SDN Cikamarang, Desa Kalong 1, Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor.

Program ini berlangsung selama lima hari, 14–18 Juli 2025. mengusung semangat edukasi lingkungan, kreativitas, dan pemberdayaan sejak usia dini.

Program KREASIKU digagas Kelompok BOGORKAB41 yang diketuai Wisnu Al Hussaeni dengan anggota Anida Khoirunnisa Sabila, Dean Steven Santoso, Feri Kurniawan, Nur’aini Dwi Rahma, Qonitatun Ma’rifah, Raissa Riani Johan, dan Relita Anugerah Mawati.

Program ini sebagai respons terhadap isu lingkungan yang semakin mendesak, khususnya persoalan sampah yang tak jarang berawal dari kurangnya pemahaman dasar mengenai pengelolaannya.

Melalui pendekatan yang menyenangkan, kolaboratif, dan edukatif, kegiatan ini menyasar anak-anak sekolah dasar sebagai agen perubahan masa depan yang lebih ramah lingkungan.

Hari Pertama: Edukasi Sampah dan Pengenalan Konsep 3R

Kegiatan diawali pada hari pertama dengan sosialisasi interaktif mengenai jenis-jenis sampah, khususnya pemisahan antara sampah organik dan anorganik.

Anak-anak diajak untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar dengan mengenali langsung contoh-contoh sampah dari keseharian mereka.

Tim KKN memperkenalkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) secara sederhana namun aplikatif, disertai dengan simulasi memilah sampah yang melibatkan partisipasi aktif siswa.

Hari Kedua: Kreasi Tempat Sampah dari Galon Bekas Le Minerale

Memasuki hari kedua, semangat kreatif anak-anak dituangkan dalam pembuatan tempat sampah dari galon bekas Le Minerale. Galon-galon plastik yang semula tidak berguna disulap menjadi tempat sampah warna-warni yang menarik, penuh hiasan, dan gambar-gambar hasil karya tangan anak-anak.

Aktivitas ini menjadi wujud nyata dari konsep reuse sekaligus media ekspresi seni yang membentuk kesadaran baru bahwa sampah bisa memiliki nilai guna dan keindahan jika dikelola dengan bijak.

Hari Ketiga: Menyatu dengan Alam Lewat Ecoprint

Di hari ketiga, anak-anak dikenalkan dengan teknik ecoprint, yaitu mencetak pola dari dedaunan asli pada kain totebag menggunakan pewarna alami.

Daun pepaya, daun singkong, dan berbagai jenis tumbuhan lokal digunakan sebagai motif alami yang memperlihatkan keindahan ekosistem sekitar.

Selain belajar seni dan sains secara bersamaan, kegiatan ini juga mengajarkan pentingnya menghargai kekayaan hayati yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka.

Hari Keempat: Sport Class dan Fun Games untuk Kekompakan

Sebagai bentuk penguatan karakter sosial, hari keempat diisi dengan sport class dan fun games. Anak-anak bermain sambil belajar mengenai pentingnya kekompakan, komunikasi, dan kerjasama tim.

Permainan dirancang agar tidak hanya menyenangkan, tapi juga mengasah empati, toleransi, dan semangat gotong royong, nilai-nilai penting yang perlu dibangun sejak dini dalam kehidupan bermasyarakat.

Hari Kelima: Panggung Ekspresi dan Perayaan Karya Anak

Hari terakhir menjadi momen penutup yang penuh keceriaan dan kebanggaan. Anak-anak menampilkan berbagai pertunjukan seni seperti menyanyi dan dan menari sebagai bentuk ekspresi diri dari seminggu pembelajaran yang mereka lalui.

Kegiatan ditutup dengan pembagian hadiah dan apresiasi atas karya dan partisipasi seluruh siswa. Suasana haru dan bangga terasa hangat, baik di hati para siswa, guru, maupun tim pelaksana KKN.

Menanam Nilai, Memupuk Harapan

Program KREASIKU tak hanya berhenti pada kegiatan fisik, namun menjadi upaya penanaman nilai tentang bagaimana anak-anak belajar menyayangi lingkungan, bekerja sama, dan mengolah kreativitasnya menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Pendekatan yang dilakukan bersifat inklusif dan aplikatif, sehingga nilai-nilai keberlanjutan dapat tumbuh secara alami di tengah kegiatan bermain dan belajar.

“Kami percaya bahwa perubahan besar dimulai dari langkah-langkah kecil. Dengan mengajak anak-anak memahami dan mengelola sampah sejak dini, kita turut membangun generasi yang sadar akan pentingnya menjaga bumi,” ungkap salah satu mahasiswa KKNT-Inovasi BOGORKAB41 dalam sambutannya.

Kolaborasi untuk Masa Depan Lebih Hijau

Keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi antara mahasiswa KKN BOGORKAB41, para guru SDN Cikamarang, dan dukungan masyarakat desa setempat.

Harapannya, kegiatan seperti ini bisa direplikasi di sekolah-sekolah lain, menjadi inspirasi nyata bagaimana pendidikan lingkungan bisa hadir dengan cara yang menyenangkan dan bermakna.

Melalui Kreasiku, anak-anak bukan hanya belajar memilah sampah, tetapi juga belajar memanfaatkan sampah dan menjaga lingkungan untuk masa depan yang lebih baik. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#Mahasiswa KKN #ipb university #pengabdian masyarakat