RADAR BOGOR - Pemerintah Kabupaten Bogor diminta mengambil langkah tegas untuk mencabut 9 izin usaha yang berdiri di Puncak Bogor. Permintaan itu datang langsung dari Kementerian Lingkungan Hidup.
Mereka menyebut, 9 usaha itu diduga menjadi biang kerok persoalan banjir yang kerap melanda wilayah Kabupaten Bogor.
Terbaru insiden itu terjadi pada awal bulan Juli lalu. Bahkan prsitiwa tersebut menelan korban jiwa.
Menanggapi permintaan itu, Bupati Bogor, Rudy Susmanto buka suara. Dia mengaku pihaknya tidak bisa serta merta mencabut 9 izin usaha yang diminta LH. Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangannya.
Namun Rudy menerangkan pihaknya tidak menutup mata. Langkah taktis untuk menjaga lingkungan diklaimnya telah dilakukan. Dari 9 yang diminta, ada dua usaha yang izinnya telah dicabut.
“Dari 9 sudah dua kami cabut izinnya yang 7 sedang kami evaluasi salah satunya Taman Safari,” beber Rudy pada awak media.
Objek wisata seperti Taman Safari disebut Rudy bukan hanya milik warga Kabupaten Bogor.
Tapi ini sudah menjadi destinasi wisata dunia. Banyak kebermanfaatan yang bisa diproleh.
Rudy mencontohkan kehadiran hewan Panda di Taman Safari. Bagi Rudy itu merupakan anugrah yang tidak bisa didapatkan oleh negara lain. Indonesia beruntung bisa mendapatkan kesepakatan itu dengan Cina.
Dengan kondisi seperti itu Rudy menerangkan pihaknya tidak bisa serta merta mencabut izin usahanya.
Ditambah Taman Safari juga mampu mengembang biakan hewan-hewan yang sudah hampir punah.
“Seperti, Harimau Sumatera, Badak Bercula Satu, gajah Sumatera yang hampir punah bisa berkembang biak di Taman Safari. Jadi kami tidak bisa serta merta mencabut,” terang Rudy.
Jadi, Rudy berpandangan, jika ada usaha yang memiliki kesalahan dan itu menyangkut dengan lingkungan, mencabut izin bukan jalan satu-satunya. Ada langkah yang lebih baik untuk dilakukan.
“Apabila ada kesalahan yang menyangkut lingkungan bukan kami mencabut izin operasinya tapi apa yang dapat kami benahi harus dibenahi bersama,” pungkasnya.
Pekan depan, Rudy memberikan garansi pihaknya bersama Kementrian Lingkungan Hidup akan mengambil langkah-langkah terkait sejumlah usaha yang ada di Puncak. Namun dia belum membocorkan langkah yang dimaksudkya.(rp1)