Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Resmikan Rumah Belajar Garitan, Antam Pongkor Dukung Ketahanan Pangan Desa Kalongliud Bogor

Septi Nulawam Harahap • Rabu, 23 Juli 2025 | 18:34 WIB
PT Antam Tbk UBPE Pongkor meresmikan Rumah Belajar Garitan atau Gerakan Ramah Lingkungan.
PT Antam Tbk UBPE Pongkor meresmikan Rumah Belajar Garitan atau Gerakan Ramah Lingkungan.

RADAR BOGOR - PT Antam Tbk UBPE Pongkor meresmikan Rumah Belajar GARITAN atau Gerakan Ramah Lingkungan untuk mendukung ketahanan pangan di Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

Rumah Belajar GARITAN merupakan fasilitas pendidikan yang dirancang untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat, dengan menyediakan pengetahuan dan keterampilan tentang pertanian ramah lingkungan.

Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi pusat pembelajaran bagi masyarakat sekitar dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pertanian berkelanjutan.

Asisten Manajer CSR PT Antam Tbk UBPE Pongkor, Edi Ayuba menjelaskan program ketahanan pangan merupakan salah satu dari 8 pilar Corporate Social Responsibility (CSR) PT Antam yakni kemandirian ekonomi.

Pihaknya berkomitmen untuk menggalakkan kemandirian ekonomi di sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.

"Ini menjadi prioritas kami, apalagi instruksi dari bapak presiden untuk menggalakkan terkait dengan ketahanan pangan," ujar Edi, Rabu, 23 Juli 2025.

Pada kesempatan tersebut juga digelar Pelatihan Seri III Program Generasi Unggul Penanganan Hama dan Penyakit pada Tanaman Holtikultura.

Pelatihan ini bertujuan untuk membekali petani dengan pengetahuan serta keterampilan yang diperlukan untuk mengidentifikasi masalah hama, harapannya para petani dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman holtikultura serta mengurangi kerugian akibat hama dan penyakit.

"Seperti yang saat ini dilakukan, kami menggandeng instansi yang memang khusus di bidang hama tanaman," kata Edi.

Pada kesempatan yang sama Kepala Desa Kalongliud Jani Nurjaman mengatakan, sekitar 40 persen atau sekitar 329 hektare lahan di wilayahnya telah dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian.

Sebagai pemerintah desa, pihaknya menyadari akan kewajiban memfasilitasi dan memberikan edukasi kepada para petani.

"Rumah Belajar GARITAN ini adalah bagian dari upaya kami untuk memfasilitasi kelompok tani dan meningkatkan perekonomian masyarakat," ujar Jani Nurjaman.

Di samping itu, Rumah Belajar GARITAN juga diharapkan dapat menjadi pusat pembelajaran dan pengembangan pertanian ramah lingkungan, baik untuk kelompok tani desanya maupun kelompok tani luar desanya.

"Kami berharap para petani dapat melaksanakan kegiatan pertanian dengan menjaga kawasan ramah lingkungan dan mendukung program pencegahan iklim," pungkasnya.(cok)

Editor : Eka Rahmawati
#bogor #antam #rumah belajar