RADAR BOGOR - PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI), perusahaan pengelola limbah B3 dan non-B3, menanam 160 pohon Bambu Betung (Dendrocalamus asper) di Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.
Penanaman pohon bambu betung oleh PPLI di Bogor ini, dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap krisis air, yang kerap melanda saat musim kemarau. Juga sebagai solusi berbasis alam untuk memperkuat daya dukung lingkungan sekitar wilayah operasional perusahaan.
Inisiatif menanam pohon bambu betung di Bogor ini merupakan bagian dari program Environment Compliance Sustainability (ECS) PPLI, yang digerakkan oleh tim internal Young Innovators.
Baca Juga: Jalan Tol Depok-Antasari Tahap 3 Mulai Pembebasan Lahan, Warga Berharap Bisa Atasi Kemacetan
"Bambu betung dikenal sebagai tanaman konservasi yang efektif. Ia mampu menyerap air dalam jumlah besar, memperkuat struktur tanah untuk mencegah erosi, serta menyerap polutan dari udara. Ini adalah solusi alami yang sejalan dengan semangat PPLI dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan," kata Arum Tri Pusposari, Manajer Humas PPLI, Jumat, 25 Juli 2025.
Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup KLH, bambu betung memiliki beberapa keunggulan ekologis. Antara lain, sistem akar kuat dan dalam, berfungsi menahan tanah dan mencegah erosi.
Kemampuan daya serap tinggi terhadap air, yang membantu meningkatkan resapan air tanah dan mengurangi limpasan permukaan dan menstabilkan struktur tanah, sehingga mengurangi risiko longsor.
Baca Juga: Pasca Warga Rumpin Long March dan Audiensi dengan Bupati Bogor, IKA HMR Tagih Janji
Selain fungsi konservasi, Divisi Sales PPLI Diah menyampaikan, penanaman bambu ini juga diharapkan berkontribusi dalam mereduksi bau yang dapat timbul dari aktivitas pengelolaan limbah.
"Akar bambu mampu menyerap zat-zat penyebab bau dari tanah dan air, serta menyaring polutan. Selain itu, proses fotosintesisnya juga meningkatkan kualitas udara dengan menghasilkan oksigen," ujar dia.
Sehingga, langkah ini menunjukkan komitmen PPLI dalam mengintegrasikan pendekatan berbasis alam dalam operasionalnya, tidak hanya untuk memastikan kepatuhan lingkungan.
Baca Juga: Belasan Guru SMP di Ciampea Bogor Mengundurkan Diri, Ini Penjelasan Kepala Sekolah
"Tetapi juga untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan ekosistem di sekitar lokasi perusahaan," tutupnya.