RADAR BOGOR - Ratusan warga khususnya para ibu rumah tangga memadati kawasan Perumahan Grand Nusa Indah, Desa Gandoang, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor pada Kamis 24 Juli 2025.
Mereka antusias mengikuti program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digagas oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto, melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor.
Di tengah situasi harga bahan pokok yang terus merangkak naik, program ini menjadi angin segar bagi masyarakat, terutama kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Sejak pagi hari, antrian panjang dan semangat para warga terlihat jelas demi mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Baca Juga: Warga Kabupaten Bogor Tak Perlu Lagi Antre di Disdukcapil, Urus KTP dan KK Bisa Lewat Siloka
"Gerakan Pangan Murah ini dijual mulai dari beras, gula, minyak goreng hingga sayur sayuran," demikian keterangan unggahan yang dilansir di Instagram @kecamatancileungsi.
Bermacam bahan pangan disediakan dalam GPM ini, mulai dari beras premium, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, sampai aneka sayur mayur. Berikut beberapa harga yang ditawarkan:
Minyak goreng 1 liter: Rp16.000 (di pasaran Rp19.500)
Beras premium 5 kg: Rp60.000 (di pasaran Rp80.500 untuk kualitas medium)
Telur ayam 1 kg: Rp25.000 (di pasaran Rp29.000)
Baca Juga: Cibinong Bogor Segera Miliki JPO Instagramable dengan Sentuhan Budaya Binokasih, Target Rampung 2026
Selisih harga yang cukup signifikan ini sangat membantu bagi banyak keluarga, apalagi menjelang kebutuhan bulanan yang biasanya cukup tinggi.
Gerakan Pangan Murah ini bukan kegiatan sekali waktu, di bawah kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto, program ini dirancang menjadi kegiatan rutin yang menyasar berbagai desa di Kabupaten Bogor di antaranya untuk menstabilkan harga bahan pokok dan menjaga daya beli masyarakat.
Pemkab Bogor menilai melalui GPM akan lebih efektif dalam menjaga ketahanan pangan daerah, dibanding hanya mengandalkan mekanisme pasar bebas.
Gerakan Pangan Murah di Kabupaten Bogor menjadi bentuk kepedulian dan keberpihakan pemerintah daerah kepada masyarakat.