RADAR BOGOR - Meski menjadi kebutuhan mendesak bagi warga di wilayah utara Kabupaten Bogor, pembangunan lanjutan RSUD Parung Bogor harus ditunda hingga tahun 2026.
Diundurnya pembangunan lanjutan RSUD Parung Bogor ini dikarenakan keterbatasan ruang fiskal dan penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 yang telah dikunci sejak 2024.
Saat ini, RSUD Parung Bogor masih beroperasi sebagai Klinik Utama Rawat Jalan, dengan kapasitas layanan yang belum optimal.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menjelaskan, bahwa pihaknya tidak bisa menambahkan pembangunan baru ke dalam APBD berjalan, mengingat proses penganggaran bersifat ketat dan telah melalui perencanaan panjang.
“Kalaupun dianggarkan di APBD Perubahan, konstruksi tidak akan selesai dalam waktu yang pendek. Maka kami akan optimalkan di tahun 2026,” jelas Bupati Rudy dilansir dari Instagram @bogorkabupaten.id.
Ia menambahkan bahwa pembangunan fisik berskala besar seperti RSUD membutuhkan persiapan teknis, penganggaran, dan pelaksanaan bertahap agar tidak membebani keuangan daerah secara mendadak.
Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen untuk menyusun ulang strategi pembiayaan, agar anggaran pembangunan tidak terhambat, namun tetap terkendali.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Wasto Sumarno, menekankan pentingnya segera merealisasikan pembangunan RSUD Parung sebagai bagian dari upaya pemerataan layanan kesehatan di Kabupaten Bogor, khususnya untuk warga Parung, Ciseeng, dan sekitarnya.
Pembangunan RSUD Parung memang tertunda, namun bukan berarti dibatalkan. Proyek ini akan kembali dijalankan tahun 2026.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga