RADAR BOGOR - Puluhan makam di Kampung Pondok, Desa Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor dibongkar dan harus dipindahkan.
Pembongkaram makam itu dilakukan setelah adanya gugatan dari pemilik lahan yang meminta puluhan makan di Kampung Pondok, Desa Ciasihan agar segera dipindahkan.
Kapolsek Cibungbulang Kompol Muhammad Heri mengatakan, pihaknya telah meninjau ke lokasi pembongkaran makam tersebut.
Menurutnya, pemilik lahan secara lisan telah bersepakat dengan sejumlah ahli waris untuk segera memindahkan puluhan kuburan tersebut.
"Pemilik lahan bersama tokoh masyarakat serta RT dan RW sepakat secara lisan dan bersedia memindahkan makam dengan para ahli warisnya," ujar Kompol Heri, Selasa, 29 Juli 2025.
Meskipun pemindahan dilakukan secara mandiri dan tanpa adanya lahan pengganti, kata Kompol Heri, warga ahli waris berlapang dada memindahkan makam leluhurnya tersebut.
"Masalah pemindahan makam ini urusan pribadi pemilik lahan dengan keluarga yang dimakamkan, dan tidak ada yang keberatan juga dan saling memahami," jelas Kapolsek Cibungbulang.
Sementara itu, tokoh agama setempat, Odang menyebut, ada sebanyak 86 makam yang telah dipindahkan dari lahan tersebut dan dari puluhan makam itu, ada yang tercatat tetapi ada juga yang tidak tercatat identitasnya.
"Ini makam sudah ada dari zaman Belanda, bahkan ada dua makam yang merupakan orang Belanda, sementara ada 76 makam yang merupakan leluhur kami," tuturnya.
Lebih jauh ia menceritakan, lahan tempat makam tersebut berada awalnya merupakan lahan yang dikuasai penjajah Belanda yang kemudian dijadikan lokasi pemakaman umum sejak 100 tahun lalu.
Setelah adanya gugatan dari pihak yang mengaku pemilik lahan, warga ahli waris pun harus membongkar dan memindahkan jenazah ke lahan lain.
"Karena belum ada TPU (Tempat Pemakaman Umum) jadi dibawa masing-masing ke lahan seadanya," terang Odang.
Warga pun berharap, Pemerintah Kabupaten Bogor dapat memperhatikan masalah ini terutama masalah minimnya lahan TPU.
"Mudah-mudahan segara ditindaklanjuti, serta bisa segara membangun TPU agar ke depan tidak ada kejadian serupa," tandasnya.(cok)
Editor : Eka Rahmawati