Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani menjelaskan, krisis air bersih terjadi di SMPN 2 Citeureup, lantaran intensitas hujan menurun.
Akibatnya, kata dia, ratusan siswa yang ada di SMPN 2 Citeureup Kabupaten Bogor mengalami krisis air bersih untuk kebutuhan setiap harinya.
"Dikarenakan intensitas hujan yang menurun di wilayah tersebut, sehingga mengakibatkan sumber mata air warga berkurang dan warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih setiap harinya," kata dia, Jumat, 1 Agustus 2025.
Bahkan, kata dia, petugas mencatat kekeringan itu berdampak kurang lebih 620 orang baik guru dan siswa.
Sehingga, kata dia, untuk memenuhi kebutuhan sementara waktu, BPBD Kabupaten Bogor mendistribusikan air bersih.
"Jumlah kurang lebih 620 orang. Pengiriman air bersih sudah dua hari sebanyak 10.000 liter air," jelas dia.
Meski begitu, kata dia, hingga saat ini sekolah tersebut masih membutuhkan air bersih.
"Masih membutuhkan air untuk kebutuhan kegiatan belajar dan mengajar serta berwudhu," pungkasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga