Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Meriah! Festival Literasi 2025 di Kabupaten Bogor, Hadirkan Dongeng, Bazar Buku, hingga Meet and Greet dengan Penulis Cantik

Yosep Awaludin • Senin, 4 Agustus 2025 | 10:09 WIB
Pelatihan Mendongeng, Lomba-lomba kreativitas, hingga meet and greet bersama Dyssa Cathlin di acara Festival Literasi 2025.
Pelatihan Mendongeng, Lomba-lomba kreativitas, hingga meet and greet bersama Dyssa Cathlin di acara Festival Literasi 2025.

RADAR BOGOR - Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor menyelenggarakan Festival Literasi 2025. Semangat literasi pun kembali bergema di Bumi Tegar Beriman.

Festival Literasi ini berlangsung dari 21-25 Juli 2025, dan menjadi magnet bagi pelajar, guru, pegiat literasi, hingga orang tua yang ingin menghadirkan dunia membaca yang lebih hidup dan menyenangkan.

Festival Literasi ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan untuk memeriahkan HUT ke-80 Republik Indonesia, sekaligus sebagai upaya penguatan budaya literasi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan keluarga.

Ragam kegiatan edukatif dan menghibur dihadirkan, mulai dari pelatihan membaca nyaring, pertunjukan dongeng, bedah buku, beragam lomba yang melibatkan kreativitas, hingga meet and greet dengan penulis ternama yaitu Dyssa Chrysilla Cathlin.

Pembukaan festival yang dilangsungkan pada 21 Juli 2025 dimulai dengan kegiatan edukatif berupa pelatihan mendongeng dan membaca nyaring.

Kegiatan ini menyasar para guru, orang tua, serta relawan literasi dari berbagai wilayah di Kabupaten Bogor.

Dalam sesi mendongeng, peserta diajak mengenal teknik vokal, gestur tubuh, hingga strategi membangun suasana yang hidup saat menyampaikan cerita.

Sementara itu, sesi read aloud atau membaca nyaring, difasilitasi oleh Komunitas Bogor Read Aloud (BORA), sebuah komunitas yang selama ini aktif mengenalkan pentingnya membaca lantang secara ekspresif sebagai jembatan untuk mempererat hubungan antara anak dan orang tua.

Peserta pelatihan tampak antusias mengikuti praktik langsung dan diskusi mengenai pentingnya literasi sejak usia dini.

Esok harinya, pada 22 Juli, anak-anak mendapat giliran istimewa. Mereka disuguhi sesi mendongeng interaktif bersama Kak Anshori, pendongeng yang dikenal luas di dunia literasi anak.

Dengan gayanya yang ekspresif dan penuh energi, Kak Anshori membawa anak-anak larut dalam dunia imajinasi yang penuh warna.

Tak hanya menghibur, dongeng yang ia bawakan kaya akan nilai-nilai moral dan sosial, seperti kerja sama, rasa tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Antusiasme terus berlanjut di tanggal 23 Juli, ketika bedah buku “Pangeran Katak Bau Ketek” digelar.

Buku anak ini menarik perhatian pengunjung berkat judulnya yang unik sekaligus mengundang tawa.

Kegiatan ini menjadi lebih bermakna karena menghadirkan langsung sang penulis dan juga ilustrator dari buku tersebut.

Dalam sesi diskusi, penulis membagikan kisah proses kreatifnya, mulai dari ide awal, proses menggambar ilustrasi, hingga tantangan menyampaikan pesan moral dalam balutan humor.

Para peserta pun mendapat inspirasi baru untuk mulai menulis cerita anak, bahkan dari hal-hal yang sederhana.

Kemeriahan berlanjut pada 24 Juli, saat lomba mewarnai anak-anak digelar dengan semangat tinggi.

Aula kegiatan dipenuhi deretan meja dan kursi kecil yang dipenuhi peserta cilik dengan kotak crayon dan pensil warna masing-masing.

Miss Nala, tokoh edukatif yang akrab di kalangan anak-anak, hadir sebagai juri utama dalam kegiatan ini. Dengan cermat, ia menilai tiap karya satu per satu.

Usai lomba, Miss Nala memberikan tips dan trik mewarnai kepada seluruh peserta, termasuk cara menciptakan gradasi warna, mengekspresikan perasaan melalui pilihan warna, hingga bagaimana membangun narasi visual dalam gambar.

Kehadiran Miss Nala memberikan nuansa inspiratif yang menyemangati anak-anak untuk terus berkarya dengan percaya diri.

Puncak Festival Literasi berlangsung pada 25 Juli 2025, dengan agenda yang tak kalah spesial.

Di pagi hari, pengunjung disambut dalam sesi meet and greet bersama Dyssa Chrysilla Cathlin, seorang penulis cantik yang tengah naik daun.

Dalam suasana yang hangat dan akrab, Dyssa menceritakan kisahnya dalam menekuni dunia kepenulisan sejak usia remaja.

Ia membagikan proses kreatif menulis novel, tantangan menemukan ide cerita, hingga bagaimana menjaga konsistensi dalam menulis.

Penulis buku ‘Merengkuh Pilu’ ini juga memotivasi para peserta, khususnya pelajar dan remaja, untuk mulai menulis tanpa takut salah.

Baginya, keberanian menulis adalah bentuk ekspresi diri dan langkah awal menuju masa depan yang kreatif.

Selepas sesi bersama Dyssa, siang harinya dilanjutkan dengan lomba menyanyi untuk remaja, yang berlangsung meriah dan penuh semangat.

Lagu-lagu anak dibawakan dengan penuh percaya diri oleh para peserta yang tampil di atas panggung.

Tidak sedikit penonton yang ikut bersenandung atau memberikan tepuk tangan meriah setelah tiap penampilan.

Lomba ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan emosi dan bakat mereka dalam suasana yang menyenangkan.

Tak ketinggalan, selama seluruh rangkaian festival berlangsung, panitia juga menyelenggarakan lomba menulis cerpen secara daring.

Lomba ini terbuka untuk pelajar dan masyarakat umum dari seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

Melalui platform digital, peserta mengirimkan karya-karya mereka dengan beragam tema dan gaya penulisan.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa semangat literasi bisa menjangkau siapa saja, tanpa batas tempat dan waktu.

Seluruh rangkaian acara terasa semakin lengkap dengan hadirnya bazar buku murah dari Penerbit Mizan.

Bazar ini menyediakan berbagai jenis buku, mulai dari buku anak, komik islami, literatur populer, hingga buku motivasi dan religi.

Antusiasme pengunjung terlihat dari antrean panjang di area bazar. Banyak keluarga memanfaatkan momen ini untuk menambah koleksi buku bacaan di rumah, sekaligus memperkenalkan anak-anak pada aktivitas memilih buku sendiri.

Secara keseluruhan, Festival Literasi Kabupaten Bogor 2025 bukan sekadar perayaan buku, tetapi sebuah gerakan kolektif untuk menumbuhkan semangat membaca, menulis, dan bercerita dalam masyarakat.

Dalam balutan suasana kemerdekaan, festival ini menjadi penanda bahwa literasi adalah bagian penting dari pembangunan karakter bangsa.

Dan Kabupaten Bogor, melalui kegiatan ini, telah menegaskan komitmennya dalam menciptakan generasi yang tak hanya cerdas, tetapi juga cinta pada ilmu dan budaya baca. (***)

Penulis: Disyella Apriswa Mandai

Editor : Yosep Awaludin
#festival literasi #HUT ke-80 #kabupaten bogor