Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Anggota DPR RI Asep Wahyuwijaya Yakin Penanganan Limbah di Pabrik Kelapa Sawit Cikasungka Bogor Sudah Sesuai Standar

Lucky Lukman Nul Hakim • Selasa, 5 Agustus 2025 | 14:46 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI, Asep Wahyuwijaya meninjau Pabrik Kelapa Sawit Cikasungka, Kecamatan Cigudeg, Bogor.
Anggota Komisi VI DPR RI, Asep Wahyuwijaya meninjau Pabrik Kelapa Sawit Cikasungka, Kecamatan Cigudeg, Bogor.

RADAR BOGOR - Menindaklanjuti temuan penanganan limbah di Pabrik Kelapa Sawit Cikasungka, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, anggota Komisi VI DPR RI, Asep Wahyuwijaya melakukan kunjungan langsung ke lokasi pabrik.

Kedatangannya diterima R. Wahyu Cahyadi selaku GM Distrik Jabar Banten PTPN IV Regional I, Alfi Adrianto selaku Manager Pabrik Cikasungka dan Ismail yang merupakan Kepala Desa Mekarjaya lokasi, Selasa 5 Agustus 2025.

Dalam kunjungannya, legislator dari Dapil Jabar V Kabupaten Bogor ini menyampaikan, industri kelapa sawit bukanlah sektor industri yang sederhana.

Menurutnya, tata kelola industri ini sangat erat kaitannya dengan dinamika dan tuntutan pasar global, apalagi ketika menyangkut aspek kelayakan dan keberlanjutan lingkungan.

Pria yang akrab disapa Kang AW ini mengingatkan, PTPN IV sebagai bagian dari badan usaha pelat merah maka setiap tindakan korporasi yang dilakukan PTPN harus dijalankan dengan hati-hati dan penuh tanggung jawab.

Jika terjadi malpraktik lingkungan, dampaknya tidak hanya akan bersifat lokal, tetapi dapat mengganggu citra dan kinerja industri sawit secara nasional.

“Standar dunia untuk bisnis kelapa sawit dan turunannya itu tinggi dan ketat. Jika ditemukan pengelolaan lingkungan yang bermasalah oleh PTPN di satu titik, dampaknya akan dirasakan oleh PTPN secara keseluruhan. Konsekuensinya, kebun-kebun penghasil sawit lainnya milik PTPN di daerah lainnya seperti di Sumatera bisa turut terganggu juga. Karena itu, saya berharap kita semua termasuk media harus berpikir jauh ke depan dan proporsional dalam melakukan pemberitaannya,” ujarnya.

Ketua DPP Partai NasDem ini juga menyoroti pentingnya peran media dalam menjaga keseimbangan informasi.

Ia menekankan, perlunya prinsip cover both sides dalam melakukan pemberitaan, guna mencegah munculnya narasi dan informasi yang tidak akurat dan berpotensi merugikan masyarakat, negara, maupun dunia usaha.

Dalam kesempatan tersebut, Asep Wahyuwijaya menyatakan keyakinannya bahwa PTPN telah menjalankan pengelolaan limbah secara benar dan sesuai standar.

Asep Wahyuwijaya menyebut langsung meninjau Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang ada di lokasi dan menyatakan bahwa penanganan limbah sudah dilakukan secara layak dan patut.

“Saya sudah lihat sendiri IPAL-nya. Menurut saya penanganannya sudah layak. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor juga telah melakukan pemeriksaan dan mengonfirmasi hal yang sama. Bahkan Kepala Desa yang hadir pun menyatakan tidak ada masyarakat yang terdampak atau mengalami gangguan kesehatan sebagai akibat dari pengelolaan limbah yang dilakukan PKS Cikasungka,” jelas Asep Wahyuwijaya.

Alumnus Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran ini menutup pernyataannya dengan harapan agar semua pihak dapat berperan aktif menjaga keberlanjutan industri sawit nasional.

“Silakan beri masukan atau saran, tapi jangan buru-buru menyimpulkan atau langsung memberiakannya tanpa konfirmasi. Karena risiko kesalahpahamannya itu bisa berdampak secara nasional. Sekali lagi, industri sawit ini bukan sekadar isu lokal tetapi sudah menyangkut isu global yang bisa berdampak pada kepentingan strategis industri bangsa,” pungkas Asep Wahyuwijaya. (*)

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTB memperbaiki jalan nasional rusak di Jalan TGH Lopan, persisnya dari Dasan Cermen, Mataram menuju Labuapi, Lombok Barat. Jalan yang rusak dilapisi hot mix.
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTB memperbaiki jalan nasional rusak di Jalan TGH Lopan, persisnya dari Dasan Cermen, Mataram menuju Labuapi, Lombok Barat. Jalan yang rusak dilapisi hot mix.
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim