RADAR BOGOR - Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono mendukung penuh pengembangan koperasi desa berbasis data presisi yang digagas IPB University bersama Pemerintah Kabupaten Bogor.
Menurutnya, koperasi desa akan menjadi alat perjuangan ekonomi sebagaimana harapan Presiden, dan data presisi menjadi instrumen penting dalam merancang pembangunan desa.
Dalam keterangannya, Ferry menyampaikan bahwa koperasi desa yang ditopang data presisi akan menjadi kekuatan ekonomi baru di tingkat desa.
“Kami tadi mendiskusikan koperasi desa dan hubungannya dengan data presisi, jadi kami harapkan dengan adanya koperasi desa yang menjadi alat perjuangan ekonomi ini,” ucapnya kepada Radar Bogor, Kamis 7 Agustus 2025.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program ini sejalan dengan arahan Presiden sebagai program strategis yang kini telah diterapkan di ribuan desa.
“Yang presiden harapkan menjadi proyek dan program strategis dengan dukungan dari data desa presisi akurat. Metodenya sudah dikodekan dan dilakukan diaplikasikan oleh temen-temen di IPB ini dan kabupaten dan sudah ribuan desa menggunakan data desa presisi ini,” ujar Ferry.
Ferry juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pembangunan desa melalui basis data yang mereka kumpulkan sendiri.
“Harapannya hari ini kita tadi membuka Sekolah Pemerintahan Desa, karena salah satu metode baru yang telah ditentukan IPB. Bagaimana masyarakat desa diinisiasi pemerintahan desa bisa menjadi instrumen untuk mencari dan merencanakan desa tersebut melalui data yang mereka peroleh sendiri,” tuturnya.
Menurut Ferry, Sekolah Pemerintahan Desa ke depan akan digelar di seluruh Indonesia sebagai langkah memperkuat tata kelola desa dan strategi pengentasan kemiskinan.
“Harapannya nanti kerjasama antara koperasi desa dengan data desa presisi dengan IPB ini akan bisa disampaikan juga ke presiden untuk bisa disempurnakan dan dijadikan sebagai instrumen yang sangat penting untuk mengatasi berbagai masalah yang terjadi pada data yang ada, ada masalah validitas data, yang kebanyakan ada masalah kesimpangsiuran data, ada masalah data-data yang kurang,” tandasnya.
Di akhir, Ferry berharap metode yang dikembangkan IPB melalui Sekolah Pemerintahan Desa ini dapat menjadi solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah desa.
“Harapannya ke depan, penemuan metode baru Sekolah Pemerintahan Desa ini nanti masalah tersebut bisa dihilangkan,” tegasnya.(cr1)
Penulis: Muhammad Ali