RADAR BOGOR – Banjir melanda salah satu perumahan di Desa Bojonggede, Kabupaten Bogor, Sabtu, 9 Agustus 2025 malam.
Hujan deras yang turun selepas ashar menyebabkan air meluap dan merendam rumah-rumah warga dengan ketinggian bervariasi di Cluster Griya Mutiara Arrayan 1 Bojongggede.
Wakil RT 01/RW 11, Remon mengatakan banjir mulai terjadi sekitar pukul 16.30 WIB.
“Kejadian banjir pas hujan turun abis ashar, sekitar banjir jam setengah 5-an,” ujar Remon kepada Radar Bogor, Sabtu, 9 Agustus 2025.
Menurut Remon ketinggian air tidak merata di setiap blok, masing-masing rumah berbeda.
“Ada yang sampai seleher ada yang bates pinggul,” ungkap Remon terkait kondisi banjir di tempat tinggalnya.
Menurutnya, luapan air terjadi karena semua saluran air dari wilayah Bojonggede bermuara ke Setu Cibereum.
“Ini kan saluran air semua dari ataskan dari Bojonggede semua jalurnya sampai ke Setu Cibereum,” jelasnya.
Ia menambahkan, curah hujan yang merata di wilayah Kabupaten Bogor termasuk Bojonggede membuat banjir sulit dihindari.
“Karena emang hujan lumayan rata ya, ya mau gimana lagi sudah gak bisa kejangkau,” katanya.
Banjir kali ini menjadi pukulan bagi warga, mengingat sebelumnya wilayah tersebut jarang terdampak luapan air.
Neysa, warga sekaligus korban banjir, menuturkan bahwa banjir di perumahan itu baru terjadi setelah ada proyek pengurugan kali pada 2024.
“Kita sudah lapor sejak 2019 kita tinggal di sini sudah lebih dari 5 tahun gak pernah banjir,” ucapnya.
Warga tersebut mengaitkan peristiwa ini dengan perubahan kondisi saluran air setelah adanya proyek pemerintah di pertengahan 2024.
“Di pertengahan 2024 itu ada kegiatan pemerintah menurap kali semenjak itu sudah banjir 4 kali dalam waktu kurang 11 bulan kemudian ini yang paling parah, ini banjir yang kelima kalinya,” sambung Neysa.
Ia mengaku sudah berulang kali melapor melalui berbagai jalur, termasuk di media sosial.
“Saya sudah lapor via Instagram berkali kali tanggapannya cuma akan di-follow up, nothing gak ada sama sekali,” keluhnya.
Tak hanya itu, laporan juga sudah disampaikan ke tingkat kecamatan hingga bupati Bogor.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah maupun instansi terkait mengenai langkah penanganan dan pencegahan banjir di wilayah tersebut.(cr1)
Penulis: Muhammad Ali